Musda Golkar, Supriansa Temui Nurdin Halid

  • Whatsapp
Musda Golkar, Supriansa Temui Nurdin Halid

PAREPOS.CO.ID, JAKARTA- Bakal calon Ketua DPD Golkar Sulsel, Supriansa mendatangi kediaman HM Nurdin Halid (NH), di Cibubur Jakarta, Rabu 5 Agustus. Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel X yang akan dilaksanakan, Kamis hari ini, 6 Agustus. Informasi yang dihimpun, pertemuan Supriansa dengan NH berlangsung kurang lebih dua jam.

Juru bicara DPD I Golkar Sulsel, Risman Pasigai menjelaskan pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi biasa saja. “Pertemuan itu tadi pagi, pak Supri datang silaturahmi kepada pak NH, dalam segala kapasitas, bukan saja terkait musda Golkar Sulsel, tetapi bicara bagaimana perpolitikan nasional ke depan,” kata Risman Pasigai. Menurut Risman, baik Supriansa dan NH adalah sosok senior dan junior, pertemuan itu juga adalah silaturahmi antara guru dan murid dalam Politik Golkar. “Apalagi pak Supri sebagai balon Ketua Golkar Sulsel akan melanjutkan kepemimpinan Pak NH, makanya perlu diskusi terkait sulsel ke depan,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Risman menjelaskan, bila NH dan Supri selalu komunikasi dan selalu ketemu. “Jadi tunggu saja kejutan politik partai Golkar di Musda,” ujar ketua panitia Musda Golkar Sulsel X itu tanpa menyebut kejutan apa yang dimaksud. Apakah terkait pertemuan Supriansa dan NH atau tidak. Sementara Koordinator Bidang Politik dan Hukum DPD I Golkar Sulsel, Andi Syamsul Alam Mallarangeng mengaku kunjungan Supriansa ke NH hanya kunjungn biasa. Tak ada deal-deal khusus. Hanya wejangan NH sebgai senior Golkar. “Tidak ada. Juga soal diskresi yang masih biasa disinggung. Itu sudah selesai. Sekarang apa mampu memenuhi semua persyaratan yaNg diwajibkan, Seperti syarat dukungan 30 persen. Ini btidak diskresi,” katanya, Rabu 5 Agustus.

Disinggung soal ketua yang ideal, apakah pusat atau daerah, misalnya kepala daerah, Puang Ancu, sapaan Andi Syamsul Alam Mallarangeng mengatakan, sumber rekrutmen pimpinan Partai Golkar dari kader utama yang ada di jabatan politik. Baik di eksekutif seperti kepala daerah maupun di legislatif. “Di Daerah dan pusat masing-masing punya kelebihan. Petugas partai di daerah tentu menguasai peta masalah yang akan dihadapi dan bagaimana strategi menghadapi. Yang di pusat punya jaringan yg bisa mendukung kesuksesan,” tandasnya.

Dikatakan, sekarang memang ada trend parpol merekrut anggpta DPR RI menjadi pimpinan partai di tingkat provinsi. Tapi itu tidak menjamin sebagai solusi yang tepat di setiap daerah,” ungkapnya. Sekadar diketahui total bakal kandidat yang bertarung memperebutkan singgasana Ketua Golkar Sulsel menggantikan Nurdin Halid, empat orang.  Mereka adalah Hamka B Kady (Anggota DPR RI), Supriansa (Anggota DPR RI), Taufan Pawe (Wali Kota Parepare), dan Syamsuddin Hamid (Bupati Pangkep).(lim/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *