Mengetuk Pintu Langit 24 Jam Jelang Musda Golkar Sulsel

  • Whatsapp
Mengetuk Pintu Langit 24 Jam Jelang Musda Golkar Sulsel

Kehadiran istri salihah tentu menjadi idaman bagi setiap kaum adam. Dimana istri salihah merupakan sebuah perhiasan dan kecantikan dunia yang mampu mengalahkan indahnya tumpukan emas, intan atau bahkan permata sekalipun, dimana kehadirannya mampu membawa kehidupan yang lebih baik, baik bagi suami maupun keluarga kecilnya. Sebagian besar, pria menganggap peran seorang istri hanya dalam urusan dapur, kasur dan sumur. Tapi hal itu bergeser, saat penulis bertemu dan bertukar pengalaman dengan peran seorang istri dari Ketua DPD I Golkar Sulsel, Hj Erna Rasyid Taufan.

Ketua TP PKK Kota Parepare itu menjelaskan, peran besar seorang istri yang begitu luar biasa dalam bahtera rumah tangga. Peran istri, kata Erna Rasyid, bukan hanya terfokus pada urusan dapur, kasur dan sumur. Namun, kehadiran seorang istri juga mampu membawa kesuksesan bagi seorang suami lewat doa-doanya. Erna Rasyid pun bercerita tentang pengalamannya selama mendampingi suaminya, Taufan Pawe dalam meniti karir hingga saat ini.

Bacaan Lainnya

Seperti dalam pelaksanaan Musda X Golkar Sulsel yang berlangsung di Ibu Kota Jakarta, beberapa waktu lalu. Dimana, suami yang dicintainya tersebut maju sebagai kandidat Ketua DPD I Golkar Sulsel. Erna Rasyid Taufan mengakui, tidak mendampingi suaminya di agenda partai terbesar di Sulawesi Selatan tersebut, dirinya tetap berada di kediamannya selama proses pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel tersebut.

Rutinitasnya sebagai istri Walikota Parepare, bahkan ibu rumah tangga tetap dijalankan. Selain mengikuti kegiatan virtual, juga melakukan edukasi kepada kelompok usaha. Saat proses pelaksanaan Musda X Golkar Sulsel, Erna Rasyid Taufan mengaku biasa-biasa saja dan tetap mendoakan suami
yang sedang berjuang di Jakarta. “Saya tidak ikut mendampingi bapak ke Jakarta. Saya tetap ada di Parepare. Memang bapak setiap saat menelepon saya untuk memberikan perkembangan terkait musda itu. Tapi saya tetap tenang dan tidak panik. Karena saya yakin. Apalagi yang ada di dunia ini semuanya sudah diatur oleh sang khalik,”bebernya dihadapan Dirut Harian PAREPOS, Mappiar HS didampingi Komisari Aktif Harian PAREPOS, Ibrahim Manisi di kediaman pribadinya di Kampung Bonging Ponging, Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang.

Erna Rasyid pun menceritakan, 24 jam terakhir jelang penentuan nahkoda Partai Golkar Sulsel, dimana justru dirinya tidak terpikirkan pada pelaksanaan musda tersebut. Bahkan, dirinya tetap fokus dengan aktivitasnya dengan mengedukasi para kelompok pengrajin agar lebih kreatif. “Hari itu, Jumat, saya ada kegiatan pelatihan kepada kelompok-kelompok pengrajin. Itu mulai pagi hari hingga pukul 22.00 Wita. Itu malam pemilihan ketua di Musda. Bapak sempat nelpon ke saya untuk didoakan, kebetulan saya mau berikan sambutan. Jadi saya sempatkan bicara
sama bapak, itu pun sebentar. Saya sampaikan ke bapak tetap berjuang,” ungkapnya.

Ia pun menyakini jika sang suami yang berjuang di musda akan berjalan mulus karena kapasitas dan karakter yang dimilikinya. “Kalau kita sudah
ditentukan ke arah itu, Insya Allah akan mulus. Apalagi bapak memang memiliki kapasitas, kapasitas hukum dan karakter,” katanya. Bahkan sepekan sebelum musda digelar,lanjut Erna Rasyid, dirinya pernah memberi saran kepada suaminya untuk mundur. “Sempat saya sarankan bapak agar mundur. Itu saat satu minggu sebelum musda. Karena bagi saya satu ji hitam putih, tidak ada abu-abu,”ujarnya.

Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Parepare itu pun bercerita lebih jauh, dimana dirinya ditelepon sang suami di malam pemilihan untuk didoakan. ” Bapak telepon untuk didoakan. Lagi-lagi saya sampaikan secara singkat kepada bapak, wahai Allah jika terpilih, saya akan bumikan Alquran di Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) . Sempat bapak lagi bilang ke saya, orang besar semua dilawan, tapi saya sampaikan bapak Allah lebih besar,” kata  Erna Rasyid Taufan menceritakan saat 24 jam terakhir jelang pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel di acara musda tersebut.

Erna Rasyid yang dikenal sebagai pendakwah tersebut memberikan kekuatan dan semangat dalam prosesi musda itu. “Allah sudah memberikan jalan terbaik bagi setiap umatnya,”katanya. Tak hanya itu, selama sang suami mengikuti pelaksanaan musda, Erna Rasyid Taufan tetap aktif berdakwah, memberikan kepedulian kepada anak-anak pemulung yang dibinanya hingga 13 tahun. “Mereka anak-anak pemulung yang ada di Makassar ini sudah 13 tahun saya bina. Saya fasilitasi mereka guru nganji. Bahkan ada ibu dari anak-anak pemulung itu menyampaikan, jika juga ingin masuk surga bersama anaknya. Para ibu dari anak-anak itu pun ikut ngaji. Artinya saya jaga amalan itu, agar terganggu keihlasan,” katanya.

Bukan hanya itu, Erna Rasyid yang juga tergabung sebagai donatur untuk Hafiz Quran yang ada di Mesir, dan sudah lima tahun lamanya. “Sehari jelang pemilihan di musda itu, saya dapat telepon dari anak-anak Hafidz Quran dari Mesir. Saya tanyakan, apa saya terlambat donatur, tapi mereka menjawab tidak. Donatur juga tidak banyak ji’, tapi karena istiqamah, apalagi sudah lima tahun. Di sini ada pesan yang kami bisa petik, bahwa Allah Maha Kaya. Di saat itu, saya juga tidak ingat bapak yang saat itu lagi mengikuti musda. Saya hanya komunikasi dengan mereka para hafidz Quran yang ada di Mesir. Saya sempat sampaikan kepada mereka bahwa doakan bunda untuk perbaiki hafalan Quran. Inilah lobi saya, bersedekah dan berdoa mengentuk pintu langit selama 24 jam, saat itu,”bebernya.

Diapun menambahkan, para Hafidz Quran itu pun berdoa, saat tepat Jumat, 7 Agustus 2020. “Pas hari Jumat, 7 Agustus, kami didoakan oleh hafidz Quran. Sehingga ada doa makbul, dan itu kehendak Allah. Apalagi sebelum bapak berangkat ke Jakarta, saya sudah pesan kepada
bapak bahwa niat kita harus baik,” katanya. Erna Rasyid Taufan yang aktif juga mengikuti web seminar, kegiatan TP PKK baik tingkat regional maupun nasional, aktif sebagai pembicara, bahkan rutin mengirim dakwah virtualnya di 70 group WhatsApp. “Dulunya, dakwah virtual saya di share ke 100 group WhatsApp, kini hanya 70 group WhatsApp. Ini semua saya lakukan, selama ini,”tutupnya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *