Politik

Memilih Taufan Pawe, Supriansa: Sinyal dari NH

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Drama politik di The Sultan Hotel, Jakarta, telah berakhir. Taufan Pawe terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel. Namun ada cerita dan kisah di baliknya. Bagi Supriansa. Anggota DPR-RI yang bisa disebut menjadi kompetitor utama Taufan Pawe. Supriansa menilai mengikuti latihan politik praktis luar bisa di tubuh partai Golkar. Memberi pelajaran berharga sebagai politikus.

Drama mengumumkan Taufan Pawe sebagai ketua, katanya, hanya 15 menit. Supriansa membawa pesan Nurdin Halid (NH) bahwa dalam memimpin musyawarah empat kandidat sebaiknya di sepakati mufakat. Jangan melakukan voting. Karena level tertinggi demokrasi adalah mufakat.

Lalu dia ditunjuk menjadi juru bicara dari tiga kandidat lainya yakni, H Syamsuddin A Hamid, Hamka Baco Kady dan Taufan Pawe. Dalam hati Supriansa berbisik. Bukan dirinya yang harus disepakati karena tak mungkin mengumumkan diri sendiri. “Dari situlah saya menangkap sinyal bahwa saya harus memberi jalan Pak Taufan Pawe untuk disepakati karena memang ia juga berkeinginan untuk maju menjadi pemimpin di provinsi Sulsel,” terangnya.

“Sebelum masuk arena sidang, kami para kandidat dikumpulkan di ruang (VIP). Saya hanya membaca isyarat dari ketua umum dan pengurus DPP. Betul-betul murni saya membaca isyarat itu. Akhirnya meluncur dari mulut saya nama Taufan Pawe,” timpal Supriansa, Minggu 8 Agustus 2020, kemarin.

Seperti diketahui, Wali Kota Parepare, Dr HM Taufan Pawe SH MH menjadi satu-satunya kandidat yang menyatakan bakal maju di Pilgub Sulsel 2024. Komitmen inilah yang dipegang DPP Golkar, sehingga Ketua DPD II Golkar Parepare itu menjadi figur yang diinginkan menahkodai Golkar Sulsel. “Kalau saya secara pribadi dalam periode terdekat memang belum berkeinginan mencalonkan gubernur. Bersaing di musda karena keinginan DPP sendiri dan dorongan arus bawah pemilik suara. Jadi ya begitu jalan tengahnya,” terang Supriansa.

Dia pun meminta agar Taufan bekerja keras membenahi Golkar Sulsel menyongsong Pilkada langsung 2020. Apa yang sudah dibenahi Nurdin Halid mesti disempurnakan, dan apa yang masih kurang perlu dibenahi. Saat berpidato Supriansa memberi pesan kepada Taufan Pawe untuk menjalankan organisasi ini dengan terbuka dan jangan seperti gunting. Walau jalannya lurus tapi memisahkan, Jadilah seperti jarum dengan benang. Memang menyakitkan tapi menyatukan.

Bagi Supriansa sendiri, kegagalan menjadi ketua Golkar Sulsel menjadi pelajaran penting arti sebuah berdemokrasi. “Semua kembali ke kompromi. Kalau saya berkeras bisa saja lanjut voting, tapi suasana akan lain. Itu sangat bahaya bagi harmonisasi Golkar dan tentu saja karier politik saya pribadi,” katanya. Senada diungkapkan, Ketua DPD II Golkar Pangkep, H Syamsuddin A Hamid kepada PAREPOS Online dimana dirinya mengakui jika Pak Taufan Pawe memang mempunyai peluang lebih besar. “Allah belum menghendaki, semoga ada hikmahnya,”singkat Bupati Pangkep dua periode tersebut. (*/ade)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top