Maju Bersama Membangun Daerah

  • Whatsapp
Maju Bersama Membangun Daerah

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Usia 20 tahun menjadi momentum untuk bersyukur. Mengenang berkah pada tahun-tahun sebelumnya. Sekaligus melihat harapan baru ke depan. Tentu dengan peluang dan tantangan yang berbeda. Kehadiran PARE POS selama ini menjadi mitra. Bagi pemerintah daerah dan masyarakat. Khususnya di utara Sulsel. Mitra yang mensupport dan mengkritik. Intinya, bersama membangun daerah.

 

Bacaan Lainnya

Menurut Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, PARE POS merupakan media rujukan masyarakat. Terutama yang berada di kawasan Ajatappareng. Capaian itu merupakan hasil dari jurnalis yang menyuguhkan berita faktual, aktual dan terpercaya. Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini mengungkapkan, kemajuan Parepare tidak lepas dari PARE POS.

Mempromosikan dan menyampaikan pemikiran-pemikiran masyarakat. Termasuk mendukung program pemerintah. Dalam melahirkan inovasi. Informasi soal inovasi misalnya. Berdaya Srikandi oleh Srikandi yang mendapat pengakuan nasional. Inovasi Pemkot Parepare dari Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) ini menembus Top 45. Sesuai Keputusan Menteri PANRB No. 192/2020 tentang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dan Pemenang Outstanding Achievement of Public Service Innovation 2020.

Lalu inovasi Dispopar Parepare. Meraih penghargaan dari Kemendagri. Sebagai pemenang ketiga lomba inovasi daerah penyiapan tatanan normal baru produktif dan aman. Di tengah Covid-19. Parepare merancang pembenahan dan pemulihan industri kreatif dan pariwisata. Dengan penerapan protokol kesehatan. Melibatkan Satuan Tugas Pariwisata (Satgas Pariwisata) Parepare di objek wisata.  Salah satunya di objek wisata unggulan Salo Karajae. Objek yang menjadi lokasi pelaksanaan event yang masuk Top 100 Calendar Of Event Wonderful Indonesia 2020.

Sama dengan Taufan. Bupati Barru, Suardi Saleh berpesan agar PARE POS tetap menjadi koran kembanggaaan. Terus eksis. Ketua DPD NasDem Barru ini juga berharap di usia ke-20. tetap menjalankan fungsi kontrol. Dan memberi solusi. Melalui berita-berita edukasi yang ditampilkan. “Harapan pemerintah daerah, PARE POS sebagai sumber inspirasi. Dalam pengambilan keputusan. Memberi dukungan pada kebijakan yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Termasuk layanan publik,” tandasnya.

Soal layanan publik, memang Barru boleh disebut hebat. Bahkan Bupati Barru, Suardi Saleh masuk nominasi 10 top leader Indonesia. Dari Seven Media Asia. Sebagai The Best Figure Keterbukaan Publik.
Suardi Saleh dinilai salah satu kepala daerah di Indonesia yang sangat konsisten. Dalam mendorong dan merealisasikan keterbukaan publik. Terutama soal transparansi setiap kebijakan di pemerintahan.

Dari sektor pelayanan publik, Barru menghadirkan Mal Pelayanan Publik (MPP).
Namanya Masiga. Diresmikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Tjahjo Kumolo. Februari 2020 lalu. Tjahjo menilai langkah Pemda Barru melangkah cepat. Menjadi terdepan dalam memberikan pelayanan publik. Tahap awal terdapat 22 instansi dengan jumlah layanan 114 jenis.
Untuk Pinrang dan Sidrap, investasi dan ekspor adalah semangatnya. Bahkan di tengah pandemi Covid-19, tidak menghalangi geliat pelaku usaha.
Kemudahan dalam pengurusan perizinan salah satu faktor. Makanya minat masyarakat bergerak di usaha mikro kecil meningkat.

Dinas PTSP Pinrang melalui Inovasi RAJIN (Gerai Perijinan) memberikan ruang pelayanan pada tingkat desa/kelurahan. Sekaligus ruang pendampingan.
Pendaftaran pelaku usaha mikro kecil di Pinrang pada Juli 2020 sebanyak 73 nomor induk berusaha (NIB). Dengan jumlah kegiatan usaha 79 jenis. Tersebar di 12 kecamatan. Dari 79 kegiatan usaha tersebut diperoleh total investasi sebesar Rp4.251.900.000,- (empat miliar dua ratus lima puluh satu juta sembilan ratus ribu rupiah).

Tak kalah dengan daerah tetangganya. Potensi Kabupaten Enrekang sangat diperhitungkan. Terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Andalannya adalah bawang merah dan kopi.
Bahkan kopi arabikanya bisa menembus pasar internasional. Di antaranya Korea Selatan, Australia, dan Norwegia.
Memang belum terlalu besar. Karena tingkat produksi petani juga tidak terlalu banyak dalam setiap panen. Bupati Enrekang, Muslimin Bando, beberapa waktu lalu menyebut luas areal komoditi kopi arabika Enrekang seluas 12.043 hektare. Dengan produksi 7.916 ton.

Untuk bawang merah juga menjadi perhatian khusus. Apalagi sesuai pemetaan Kementan, Enrekang masuk kategori kawasan utama. Artinya telah mampu mencukupi kebutuhan bawang merah.
Bisa memasok kebutuhan pasar di daerah sekitarnya bahkan antar provinsi dan antar pulau. Terutama di Indonesia bagian timur. Bahkan bisa masuk pasar modern.

Menurut Bupati Enrekang, Muslimin Bando, selain menjadi penghasil bawang merah, juga penghasil aneka sayuran daun. Bahkan bawang putih. Berdasarkan data BPS, luas panen bawang merah di Kabupaten Enrekang pada tahun 2019 mencapai 7.605 hektare. Naik 15% dibanding tahun 2018 sebanyak 6.610 hektare. Peningkatan luas panen berbanding lurus dengan kenaikan produksi. Mencapai 80 ribu ton, naik 8,7% dibanding produksi tahun 2018 sebanyak 73.581 ton. Potensi daerah tersebut, menurut pengakuan kepala daerah di Ajatappareng, tak lepas dari peran media. Termasuk PARE POS.

Makanya, Pembina PAREPOS, A Syaifuddin Makka dan H Syamsu Nur berpesan agar terus eksis. Menurut keduanya, sinergitas harus lebih ditingkatkan lagi.
“Media mengalami berbagai cobaan. Saya harap PARE POS memiliki kemampuan untuk mengatasi. Bagaimana tetap menjadi media yang dibutuhkan masyarakat,” kata Syamsu Nur. “PAREPOS berkembang. Terus jalin kerja sama dengan semua pihak. Tetap konsisten dan menjadi terompet dalam pembangunan,” tambah A Syaifuddin Makka. (tim/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *