Metro Pare

Disdag Klaim LPG 3 Kg tak Langka, St Rahmah: Permainan Ditingkat Pengecer

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Dinas Perdagangan (Disdag) Parepare melakukan pemantauan ke sejumlah pangkalan LPG (elpiji) 3 kg. Karena beredarnya isu kelangkaan elpiji 3 kg. Sekretaris Disdag Parepare, St Rahmah Amir membeberkan, dari hasil pantauan di sejumlah pangkalan elpiji 3 kg, stok cukup. Tidak langka. “Hasil pantauan kemarin, salah satu pangkalan di Labukkang hingga pukul 15 sore stok epiji 3 kg masih ada lebih 100 tabung,”ungkapnya kemarin.

St Rahmah menjelaskan soal H-3 Iduladha lalu hanya terjadi panic buying. Masyarakat membeli dalam jumlah besar akibat takut akan kehabisan. “Kemarin kan jelang hari raya Iduladha rata-rata masyarakat membutuhkan elpiji lebih dari biasanya. Tapi H+2 sudah kembali normal. Pada 1 Agustus ada tambahan sebanyak 2.240 tabung di luar kuota reguler per agen dari pihak Pertamina,” jelas Rahmah.

Olehnya itu, Disdag Parepare curiga terjadinya permainan di tingkat pengecer yang mengatakan elpiji 3 kg langka. Karena kecurigaan permainan pengecer, kata St Rahmah, Disdag tidak serta merta melaksanakan operasi pasar (OP). “Kami melihat hanya permainan para pengecer saja yang hembuskan bahwa elpiji 3 kg langka. Kami memantau, dan belum bisa melaksanakan OP. Karena nantinya hanya menguntungkan pengecer saja,” ucapnya.

Menyikapi hal ini, Disdag menginiasi membuka layanan (call) pengaduan langsung di nomor ponsel 082259986878. Disdag nantinya akan menfasilitasi titik di mana LPG disebutkan langka agar dapat diarahkan ke pangkalan terdekat. “Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, kami akan sampaikan ke Pertamina untuk mengintervensi ke pangkalan jika memang stoknya tidak tersedia,” katanya.

Sementara itu terkait harga jual elpiji di pengecer yang melonjak hingga Rp25 ribu per tabung, lanjutnya, pihaknya akan menindaklanjuti terkait hal itu. “Kalau harga di pangkalan paling tinggi Rp16 ribu. Dan dijual pengecer di atas dari harga tersebut tapi tidak terlampau jauh. Apabila ada yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi, bisa mengadu di nomor pengaduan. Nanti kami sampaikan ke pangkalan. Dan bisa jadi pangkalan memberi sanksi untuk tidak memberi jatah kepada pengecer tersebut,” tegasnya.

St Rahmah menambahkan, untuk masa sekarang, hajatan masyarakat dan geliat ekonomi sudah mulai tumbuh selama era kenormalan baru. Jadi peningkatan penggunaan gas elpiji 3 kg pasti meningkat dari sebelumnya. “Selama ini vakum di masa pandemi juga turut menambah meningkatnya penggunaan gas elpiji 3 kg. Tapi tidak menyebabkan kelangkaan,” pungkasnya.

Sementara pemilik pangkalan LPG 3 kg yang berada di Jalan Pelita, Alex mengatakan, stoknya setiap hari dari agen hanya kisaran 100 tabung. Sementara, konsumsi masyarakat melebihi itu. “Harganya tidak naik, cuma konsumsi masyarakat yang meningkat akhir-akhir minggu ini. Jadi, jumlah stok tidak mencukupi permintaan masyarakat,” katanya saat ditemui di tokonya.

Alex mengungkapkan, kurangnya stok membuat pihaknya harus memutar otak. Agar semua masyarakat dapat. Sementara tidak memberikan kepada pengecer. “Kalau kita tidak berikan pengecer dulu. Satu orang hanya bisa diberi satu tabung, agar semua dapat. Kalau kita beri pengecer, kita khawatir warga yang membutuhkan tidak dapat,” ungkapnya. (dar/C)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top