Amankan Ribuan Ekor Kura-kura di Limboro, Ini Imbauan BKSDA Mamuju

  • Whatsapp
Amankan Ribuan Ekor Kura-kura di Limboro, Ini Imbauan BKSDA Mamuju

PAREPOS.CO.ID,POLMAN— Pengungkapan usaha satwa liar jenis coura amboinensis boinen atau kura-kura Ambon berukuran 20 sampai 25 centimeter di Kelurahan Limboro, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman, Jumat 28 Agustus 2020, lalu. Kepolisian Resort (Polres) Polman bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Mamuju mendapati kurang lebih 1.000 ekor kura-kura dilokasi penangkaran milik seorang warga berinisial EW di dalam kolam semi permanen dengan luas sekira 1 kali 2 meter.

Kepala Seksi BKSDA Wilayah I Mamuju Hasan mengatakan, kura-kura ini merupakan jenis satwa yang bukan dilindungi namun untuk proses penangkapan, penyimpanan dan peredarannya diatur dalam ketentuan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 447 / KPTS – II / 2003 tentang tata usaha pengambilan atau penangkapan dan peredaran tumbuhan dan satwa liar. “Kami menyarankan kepada pihak kepolisian supaya dilepasliarkan dan dikembalikan ke alamnya,”ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Dari pengakuan pemilik, rencananya kura-kura Ambon tersebut akan dilepasliarkan di beberapa titik sembari berkoordinasi dengan Polsek Tinambung untuk mencari tempat yang layak dilepasliarkan. “Dilepaskan paling tidak mendekati dengan habitatnya seperti rawa-rawa atau sawah,” terangnya. Menurutnya, pada umumnya kura-kura jenis coura amboinensis hanya sekedar piaraan atau hobby saja.

Sementara keterangan dari pemiliknya kura-kura tersebut dibeli dari masyarakat dengan harga Rp3 ribu sampai 5 ribu, kemudian dibawa ke luar daerah diperdagangkan. “Kami berharap masyarakat Polman tidak lagi menangkap kura-kura biarlah hidup di alamnya, kalaupun misalnya ada keinginan pelihara kura-kura haruslah ada izinnya,” kata Hasan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Syaiful Isnaini mengungkapkan berdasarkan kesepakatan dari pelaku usaha EW dikarenakan belum memiliki dokumen yang sah dari pihak berwenang maka satwa liar kura-kura ini akan diserahkan kepada pihak BKSDA dan kepolisian. “Selanjutnya akan dilepas dan di kembalikan ke habitat aslinya,”singkatnya.(*/ade)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *