169 Napi Lapas Kelas IIB Polewali Terima Remisi HUT RI ke 75 Tahun

  • Whatsapp
169 Napi Lapas Kelas IIB Polewali Terima Remisi HUT RI ke 75 Tahun

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Sebanyak 169 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Polewali mendapatkan remisi dihari Kemerdekaan RI. Remisi yang diterima oleh Warga Binaan tersebut didominasi narapidana kasus penyalahguaan narkotika dan obat terlarang.

Kepala Lapas Kelas IIB Polewali, Abdul Waris mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi di HUT RI ke 75 tahun ini ada 169 orang yang terdiri dari 167 orang laki-laki dan dua orang perempuan. Dari 167 orang napi yang mendapat remisi tersebut terdapat 54 orang Napi kasus Narkoba mendapat remisi selama tiga bulan.

Bacaan Lainnya

“Remisi yang didapat napi ini mulai daru satu bulan sampai enam bulan dan ada empat orang yang mendapatkan asimilasi,” terang Kalapas Kelas IIB Polewali Abdul Waris. Senin, 17 Agustus 2020.

Dia juga mengatakan, yang mendapatkan remisi ini adalah napi yang berkelakuan baik, masa pidananya tidak kurang dari sembilan bulan. Ia menyampaikan, yang di usulkan ke Kemenkumham untuk mendapat remisi ini sesuai dengan jumlah napi yang mendapat remisi yakni 169 orang dan alhamdulillah semuanya disetujui oleh pusat.

Abdul Waris menjelaskan, yang mendapatkan asimilasi adalah tahanan yang sudah menjalani hukuman nya dua pertiga masa tahanannya. “Napi yang mendapat asimilasi ini tidak langsung dibebaskan karena harus meminta Litmas dulu dari Bapas baru boleh dilepaskan,” ujarnya.

Ia berharap napi yang meneri remisi dan asimilasi ini dapat menyadari kesalahannya dan keberadaannya selama di Lapas dapat menjadi cerminan untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan dengan kembali ketengah keluarga dan masyarakat dengan baik dan menjadi teladan.

Sementara itu, Wakil Bupati Polman M. Natsir Rahmat yang turut hadir dalam penyerahan remisi yang dilaksanakan di aula Lapas Kelas II B Polewali berharap Narapidana yang mendapat remisi ini dapat menyadari apa yang selama ini mereka lakukan tidak boleh lagi dilakukan.

“Harus sadar, tidak boleh lagi mengulangi kesalahannya. Pengalaman yang lalu biarlah jadi sejarah dan apabila diulang berarti itu kebodohan,” tukas Wakil Bupati Polman.(win/B)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *