Ajatappareng

Langgar SE Kemenkes, Biaya Rapid Test di Pelabuhan Garongkong Rp300 Ribu

Pelabuhan Garongkong

PAREPOS.CO.ID.BARRU — Bagi para calon penumpang yang akan menggunakan transportasi lalut melalui pelabuhan Ferry Garongkong harus mengeluarkan uang yang cukup besar. Betapa tidak, bagi para calon penumpang harus membayar biaya rapid test sebesar Rp300 ribu peroranh. Padahal sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran terbaru mengenai batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan rapid test atau tes cepat virus korona (covid-19).

Pada Surat Edaran (SE) No. HK.02.02/I/2875/2020 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo pada 6 Juli 2020, tertulis batas tertinggi biaya rapid test sebesar Rp150 ribu. Beberapa calon penumpang yang ditemui mengaku jika dirinya harus membayar Rp 300 ribu hanya untuk biaya rapid test. “Biayanya cukup besar pak untuk rapid test, tapi itu salah satu syarat agar kami bisa beli tiket, ” kata salah satu penumpang di Pelabuhan Garongkong Rabu, 8 Juli 2020.

Faisal salah seorang Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Pelabuhan Fery Garongkong mengakui biaya untuk rapid test setiap penumpang Rp 300 ribu. Persoalan biaya, lanjut dia, itu pada bagian kesehatan atau klinik yang telah ditunjuk sebelumnya. “Mereka yang menentukan harga. Karena sebelumnya memang sudah memasukkan penawaran dan merekalah ditunjuk, ” ujarnya. (mad)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top