Kunjungi Pelabuhan Garongkong, Muh Firda: Barru jadi Kawasan Ekonomi Khusus di Sulsel

  • Whatsapp
Kunjungi Pelabuhan Garongkong, Muh Firda: Barru jadi Kawasan Ekonomi Khusus di Sulsel

PAREPOS. CO.ID.BARRU – Selangkah lagi Kabupaten Barru akan dijadikan sebagai salah satu daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sulsel. Untuk memastikan status tersebut sejumlah pejabat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengunjungi Kawasan Pelabuhan Garongkong, Rabu, 1 Juli, lalu.

Sesuai hasil Rapat Kordinasi Pengembangan KEK antara Pemkab Barru dan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di rumah jabatan bupati. Kabupaten Barru dinilai tergolong siap.

Bacaan Lainnya

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Muh Firda menuturkan, sesuai hasil pertemuan dan peninjauan di lapangan pihaknya sangat optimistis mendorong Barru sebagai KEK.

“Pemprov sangat ingin mendorong Kawasan Ekonomi Khusus ini, karena sudah banyak infrastruktur yang telah terbangun di Barru, ” ujarnya.

Pihaknya juga mengaku dengan adanya pengembangan kawasan Pelabuhan Garongkong yang bisa terus dikembangkan dalam menunjang KEK. Apalagi memiliki lahan yang tergolong luas. “Melihat kawasan Garongkong sebagai potensi pengembangan baru. Dan kalau dilihat dari akses yang tersedia, maka potensi kawasan ini sangat besar,”tuturnya.

Sementara itu, Bupati Barru Suardi Saleh yang didampingi Wakil Bupati Nasruddin AM, dan Sekda Abustan, memaparkan mengenai kesiapan daerahnya menjadi daerah KEK. Dalam pemaparannya di depan TGUPP, Suardi Saleh yang juga eks Kepala Bappeda Pinrang dan eks Kadis Pekerjaan Umum Maros, mengurai tentang master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia 2011-2025 yang merupakan pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan nasional, serta dilalui jalur jalan nasional dan rel KA Trans Sulawesi.

“Kawasan Emas Kabupaten Barru berada pada ALKI II. Berpeluang untuk memperkuat konektivitas nasional dan tol laut nusantara dengan luas areal pengembangan + 3.097,42 Ha. Meliputi dua kelurahan dan tiga desa, yaitu Kelurahan Sepe’E, Kelurahan Mangempang, Desa Siawung, Desa Madello dan Binuang,” paparnya.

Kawasan ini, lanjut dia, didesain dengan pengembangan Eco Industrial Park. Begitupun beberapa infrastruktur pendukung, seperti Pelabuhan Laut Garongkong dengan panjang dermaga yang memenuhi persyaratan. Kedalaman kolam labuh 15-25 meter. Kapasitas labuh sampai 60.000 DWT, serta memiliki breadwater alami berupa Breadwater
Pulau Panikiang, sehingga aman dilayari selama 12 bulan setahun.

“Disamping memiliki pelabuhan Ferry, juga ada pembangunan terminal Semen Bosowa yang terpadu dengan pelabuhan khusus dan panjang dermaga 1000 meter,” jelasnya. (mad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *