Ekonomi

Harga Garam Petani Anjlok Rp 20 Ribu Per 50 Kg

Petani Garam di Kecamatan labakkang

PAREPOS.CO.ID,PANGKEP– Anjloknya nilai harga garam rakyat membuat para petambak garam harus mengencangkan ikat pinggang. Saat ini, harga garam dijual hanya Rp20 ribu per karungnya, untuk karung isi 50 perkilogram. Salah seorang petambak garam di Desa Bonto Manai, Kecamatan Labakkang, Appe menjelaskan, sejak Maret 2020 harga berangsur turun dari Rp40 ribu per karungnya, kemudian kini hanya Rp20 ribu per karungnya. “Turun harga jual garam, hanya Rp20 ribu per karung saja. Padahal dibanding tahun lalu masih dapat harga Rp90 ribu atau Rp70 ribu. Awal tahun Rp40 ribu, sekarang drastis sekali turunnya,”jelasnya, kemarin.

Tidak hanya itu, kata Appe, pembeli pun tidak ada yang masuk lagi ke kampung membeli stok garam. Sehingga petambak terpaksa menampung garamnya, menanti pembeli. “Sepi pembeli juga, sebab harga jual yang turun. Jadi kalau mau dijual kembali sulit. Terpaksa kita tampung. Namun jadi kekahwatiran kami yaitu gudang yang terbatas sangat membahayakan stok garam apabila hujan turun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Pangkep, Andi Farida saat ditemui pada pelaksanaan Sosialisasi Daerah Pengembangan Garam Usaha Rakyat (Pugar) di Rujab Bupati Pangkep, membenarkan jika pasar garam yang masih terbatas. Menyulitkan petambak untuk menjual hasil panen garamnya. Ditambah lagi harga yang semakin turun. “Banyak stok saat ini yang penuh di gudang dengan garam. Pasar kita yang terbatas memang. Begitupula harga yang murah, sehingga kita berupaya untuk memperbaiki kualitas garam rakyat dengan berbagai inovasi teknologi yang digunakan,” jelasnya. (awi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top