Zero Covid-19 tak Bertahan Lama, Lima Pasien Positif Korona di Soppeng

  • Whatsapp
Zero Covid-19 tak Bertahan Lama, Lima Pasien Positif Korona di Soppeng

PAREPOS.CO.ID, SOPPENG — Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kembali merilis perkembangan Corona Virus Disease (Covid-19) di bumi Latemmamala, Soppeng, Sabtu 20 Juni. Terungkap perkembangan baru, menyusul adanya lima pasien baru positif  korona, pasca beberapa pekan Kabupaten Soppeng dinyatakan zero dari pasien positif Covid-19.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Soppeng, Suriasni mengungkapkan, berdasarakan hasil deteksi tim surfeylens ditemukankan kasus baru positif korona. Sebanyak lima orang yang mempunyai riwayat perjalanan dari daerah zona merah, Kota Makassar. Kelima pasien positif berasal dari Kecamatan Lalabata empat orang dan satu orang dari Kecamatan Donri-Donri.

Bacaan Lainnya

Suriasni jelaskan, sebelumnya 19 kasus positif Covid-19, dan ada penambahan kasus 6 jadi total 25 kasus. Terdiri dari 19 orang sehat, lima orang sementara dirawat dan 1 orang meninggal.

“Penambahan kasus sembuh satu orang merupakan hasil sinkronisasi data provinsi yang pernah dirawat di Makassar namun baru terlapor ke Soppeng sesuai dengan domisili KTP Donri-Donri,” kata Suriasni.

Sementara, PDP sebelumnya berjumlah 25 kasus, ada penambahan 11 kasus jadi total 36. Hal ini juga merupakan sinkronisasi data provinsi yang baru terlaporkan.

Dari 11 orang ini diantaranya 10 orang sudah sehat. Masing-masing satu orang dari Kecamatan Marioriwawo, Donri-Donri, Marioriawa, Ganra, dan dua orang dari Kecamatan Lilirilau, serta satu orang dari Kecamatan Lalabata sementara dirawat di ruangan isolasi RSUD Latemmamala.

“Untuk kasus ODP sebelumnya 65 juga mendapat menambahan empat kasus jadi total 69 kasus. Ini juga merupakan sinkronisasi data provinsi,” kata Suriasni.

Menurutnya, penambahan empat orang itu semuanya sudah selesai dalam pemantauan yang beridentitas KTP Soppeng, yakni dua orang dari Kecamatan Lalabata, satu orang asal Donri-Donri, dan satu orang dari Kecamatan Liliriaja.

“Kami berharap warga tetap waspada, jangan lengah, disiplin dan patuh melaksanakan protokol kesehatan, ingat selalu memakai masker khususnya saat keluar rumah,” pungkasnya.

Kondisi ini belum diketahui kapan berakhir sehingga kita dituntut untuk beradaptasi, hidup produktif dengan situasi new normal. “Pakai Masker Ki Topada Salama,” tambah Suriasni. (wis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *