Wow, Sudah 343 Sampel Covid-19 Tereksrtak di BBVet Maros 

  • Whatsapp
Wow, Sudah 343 Sampel Covid-19 Tereksrtak di BBVet Maros 

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Sebanyak 343 spesimen swab manusia yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah diekstrak di Laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian RI yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Hasil uji melaluli metode Real Time – Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di Lab yang memiliki kemanan Biosafety Level tingkat 2 itu telah membawa perubahan besar dan mempercepat tindakan yang akan diambil oleh tiga Kabupaten yang dapat membawa sample lendir milik warga terduga Covid-19.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, tidak banyak yang mengtahui proses perolehan hasil sample lendir yang akan tervonis positif atau negatif itu butuh waktu dan proses yang begitu ketat.

Kepala BBVet Maros, Risman Mangidi, menjelaskan sejak dikeluarkannya surat tugas dari Ditjen PKH dan Surat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes terkait penetapan laboratorium pengujian Covid-19, pihaknya langsung melaksanakan pengujian sampel sejak tanggal 20 Mei 2020 lalu.

“Seluruh sampel yang dilakukan pengujian sejauh ini merupakan sampel dari Wilayah di Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Barru. Sampel-sampel tersebut merupakan sampel kiriman dari pihak Puskesmas dan Rumah Sakit yang dikoordinir oleh Dinas Kesehatan di tiga wilayah kabupaten tersebut,” ujarnya saat ditemui di Kantornya Jalan Dr. Ratulangi Maros, Rabu 10 Juni 2020.

Dalam perjalannya melakukan uji lab sampel, BBVet Maros begitu ketat dalam penerapkan prosedur terkait dengan pola pengiriman dan penerimaan sampel di instalasi laboratorium dengan melakukan Penilaian Risiko serta mitigasi kejadian kedaruratan dengan menerbitkan Standar Operating Procedures (SOP).

“Sesuai dengan tingakt hazard untuk virus yang kita ketahui sangat mudah menular melalu droplet maupun kontak langsung Human to human, kita telah melaksanakan perekayasaan alur penerimaan sampel dan pengujian dengan melakukan renovasi infrastruktur untuk memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan, serta mengadakan Alat Pengamanan Diri (APD) dan penambahan peralatan untuk melindungi petugas dan lingkungan dari kontaminasi Covid-19,” jelas Risman.

Risman melanjutkan, sejak dilakukan pengujian sampel pada hingga tanggal 10 Juni 2020, pihaknya telah menguji sebanyak 343 sampel yang dikirimkan langsung oleh seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di wilayah Kab. Maros, Kab. Barru dan Kab. Pangkep.

“Jumlah tersebut terdiri dari sampel yang dikirimkan oleh Puskesmas di Kab. Maros dan Rumah Sakit Salewangan Maros sebanyak 214 Sampel, 121 sampel yang dikirimkan oleh Rumah Sakit Batara Siang Kab. Pangkep dan 8 sampel dari Dinas Kesehatan Kab. Barru,” bebernya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Veteriner, BBVet Maros, drh. Muflihanah, mengungkapkan jika kondisi Sumber Daya Manusia dan pelalatan yang tersedia, BBVet Maros telah melakukan pengujian secara simultan dan hanya libur pada hari minggu, dengan kapasitas pengujian Laboratorium sekitar 50 sampel per hari. “Kita berkomitmen untuk menerapkan pengujian Covid-19 sebagai salah satu prioritas dengan pola pengujian satu kali running uji Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam satu hari,” ungkapnya.

Muflihanah merincikan, sampel Covid-19 yang diterima dibawah jam 10.00 WITA akan langsung dilakukan pengujian pada haritu juga dan hasil dapat dilaporkan pada hari yang sama, sedangkan untuk sampel yang diterima diatas jam 10.00 WITA akan dilakukan pengujian pada hari berikutnya.

“Saat ini BBVet Maros telah menerima sampel dengan rata-rata sampel kiriman sekitar 20 sampel per hari. Tidak menutup kemungkinan BBVet Maros dapat meningkatkan kapasitas pengujian untuk sampel Covid-19 jika memang diperlukan dengan tetap mempertimbangkan kewajiban sesuai tugas dan fungsi yaitu dalam rangka pengendalian penyakit hewan strategis dan yang bersifat Zoonosis di wilayah kerja BBVet Maros,” jelas Muflihanah.

“Untuk ketersediaan bahan pengujian, koordinasi dan dukungan dari tim Satgas pengendalian wabah Covid-19 provinsi Sulawesi Selatan dan Kab. Maros sangat membantu terkait kelancaran pengujian virus Covid-19 tersebut,” tambah Miflihanah yang juga Ketua Tim Covid-19 BBVet Maros.(tip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *