Waspada! Anjing Liar Gigit Warga di Bentengnge

  • Whatsapp
Waspada! Anjing Liar Gigit Warga di Bentengnge

PAREPOS.CO.ID, PINRANG– Dalam beberapa hari terakhir warga di Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto dibuat resah dan takut. Pasalnya, sejumlah warga telah diserang dan digigit anjing liar yang berkeliaran di daerahnya.

Lurah Bentengnge, Andi Husni Mubarak membenarkan kondisi tersebut dan meminta kepada warganya untuk tetap waspada terhadap penyerangan anjing liar yang ada di sekitar lingkungan mereka. Dan tetap selalu mengawasi anak -anaknya ketika bermain.

Bacaan Lainnya

Selain itu, bagi setiap warga pemilik anjing peliharaan dilarang untuk melepas liarkan anjingnya serta bertanggungjawab dengan mengikat dan mengandangkan masing-masing. “Bagi pemilik anjing peliharaan agar tidak melepaskan piaraannya untuk sementara, guna mengantisipasi keganasan anjing liar,”katanya, beberapa waktu lalu.

Andi Husni mengakui, adapun ciri-ciri anjing liar yang meresahkan tersebut adalah seekor anjing betina dewasa berwarna putih. Dan sudah 5 korban yang digigit sejak tanggal 15 Juni lalu, hingga saat ini dan masih rutin menjalani pengobatan.
“Sudah 5 korban. Senin lalu 4 orang, dan selasa 1 orang. Itu menurut laporan yang kami terima. Di sekitaran Perumahan Palm Hijau yang paling banyak korbannya, sesuai yang sering dilihat warga. Dan korban dari anjing tersebut semua sudah diobati, sudah dua kali diberi vaksin dan masih sementara berlanjut,” jelasnya.

Dia menegaskan, anjing tersebut murni anjing liar karena dari 200 anjing di Bentengnge sesuai data dari Dinas Peternakan, anjing tersebut bukan anjing piaraan. Ditambahkannya, apabila ada yang menemukan anjing liar tersebut baik dalam kondisi hidup maupun sudah mati, segera laporkan kepada kami. Bisa melalui kontak 085213453801 atau 082333000828.
“Jadi kalau memang warga yang menemukan tidak mampu mengamankan, tidak masalah bila dibunuh saja, asalkan bangkainya jangan dibuang. Karena bangkainya dibutuhkan untuk dibedah dan diautopsi. Tetap waspada terhadap anjing liar tersebut, khususnya di sekitaran daerah Rubae,” pungkasnya. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *