Warga Berhak tak Terima BLT, Azwar: Laporkan ke DPMD Polman

  • Whatsapp
Warga Berhak tak Terima BLT, Azwar: Laporkan ke DPMD Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah untuk pemberian stimulus kepada masyarakat yang berhak terdampak Covid-19. Nampaknya belum merata menyentuh warga yang layak mendapatkannya di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Salah satunya Lotong (75) warga di Dusun Jappe, Desa Botto, Kecamatan Campalagian.

Wanita lanjut usia (Lansia) yang ditinggal mati suaminya 2 tahun lalu, itu hanya bisa pasrah dengan kondisinya sekarang. Lotong juga tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menelan ludah, melihat beberapa tetangganya yang lalu lalang datang menerima BLT baik dari pusat maupun desa. Sejak ditinggal mati suaminya, Lotong tinggal seorang diri dirumah.

Bacaan Lainnya

Dia menjalani hidup hanya mengandalkan lahan kosong yang luasnya 15 are di dekat rumahnya yang ditanami berbagai tanaman. “Syukur karena masih ada lahan orang yang bisa dikerja untuk ditanami padi, dimana disampingnya bisa ditanami jagung, sayur terong dan tomat. Inilah yang menjadi¬† penyambung hidup, kalau berbuah terkadang dijual dan kadang juga disimpan dirumah,”ungkap Lotong saat ditemui PAREPOS Online di rumahnya di Dusun Jappe, Minggu 14 Juni 2020, siang tadi.

Warga yang berhak lainnya, Oki (70) dan Siara (76) yang tinggal di Dusun Baru, Desa Botto. Kedua wanita lansia ini sudah tidak bisa melihat dan hanya mengandalkan bantuan tetangga jika butuh sesuatu seperti makan dan BAB. “Mereka hanya tinggal berdua dalam rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, ditengah pandemi virus korona seharusnya pemerintah memperhatikan warganya yang kesulitan, mereka ini masuk kategori rentan sakit karena usia. Kelayakan mereka ini sangat layak menerima bantuan BLT Desa, namun nyatanya bantuan itu tak menyentuhnya. Sementara warga yang menerima justru perekonomiannya lebih layak dibanding kedua orang tua ini,”kata Usman tetangga Oki dan Siara.

Terpisah, Kepala Desa Botto Abdul Razak mengakui masih ada beberapa warga yang belum menerima BLT Desa. Pasalnya, jumlah kuota penerima BLT tidak cukup. Sementara dalam aturan penggunaan BLT melalui Alokasi Dana Desa (ADD) hanya bisa mengalokasikan 30 persen dari besarnya ADD. Sedangkan kalau mau dicover semua harus kita bicarakan bersama. ” Kuota penerima BLT ADD di Desa Botto itu jumlahnya 240 KK, melalui DD akan dibagi selama tiga bulan dimana besarannya Rp 600 ribu per bulan,”jelasnya.

Sementara melalui BST hanya 2 KK yang menerima. Besaran ADD yang kami punya hanya Rp1, 2 miliar. “kamai akan berupaya untuk mengcover semua, tapi berikan kami waktu untuk melaksanakan rapat desa,”tegasnya. Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) H Azwar Jasin Sauru mengatakan, kalau dalam pembagian bantuan BLT ADD masih ada warga yang layak dan berhak menerima tidak mendapatkan bantuan. “Silahkan melaporkan ke Desa dan kalau tidak ada solusi datang mengadu ke kantor DPMD dan akan kita bahas bersama dengan Kepala Desanya supaya dicarikan solusi,”imbuhnya.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *