Tuntut Pembayaran Penerimaan Ijazah, Mahasiswa dan Alumni IAI DDI Polman Demo Kampusnya

  • Whatsapp
Tuntut Pembayaran Penerimaan Ijazah, Mahasiswa dan Alumni IAI DDI Polman Demo Kampusnya

PAREPOS.CO.ID, POLMAN– Puluhan mahasiswa dan alumni Kampus Institut Agama Islam (IAI) DDI Polman, Senin 22 Juni 2020, menggelar aksi didepan kampusnya. Aksi yang digelar alumni dan gabungan mahasiswa ini mempertanyakan kesiapan pihak kampus dalam penerapan new normal. Pasalnya, kampus sudah mulai buka dengan belajar tatap muka dengan mahasiswa, namun kampus belum menerapkan protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan penyediaan alat pengecek suhu badan.

Selain itu, mahasiswa juga pertanyakan dasar edaran yang dikeluarkan pihak kampus IAI DDI Polman tentang biaya Pembayaran pengambilan ijazah yang nilainya sebesar Rp300 ribu yang dibebankan kepada alumni sekarang ini.

Kordinator Aksi, Mirwahyu menyampaikan, nampaknya pihak Kampus IAI DDI Polman dalam penerapan New Normal belum bersiap belajar dengan tatap muka. Artinya belum ada kesiapan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Terlebih kondisi dalam kampus atau diluar ruangan pihak kampus belum menyiapakan alat protokol kesehatan yakni belum adanya tempat cuci tangan, serta belum adanya penyiapan masker bagi mahasiswa sehingga menyoroti kesiapan bagian kemahasiswaan.

Sementara itu, salah satu mahasiswi alumni angkatan 2019, Irmawati dalam orasinya menyampaikan, pihak kampus harus memberikan alasan-alasan atau dasar dari pada adanya pembayaran pengambilan ijazah yang dibebankan kepada alumni sebab sebelumnya tidak ada kebijakan seperti ini.

” Sebelumnya para senior atau alumni yang juga lulusan dari kampus IAI DDI Polman mengambil ijazah tidak dipungut biaya sepeserpun juga, serta pembayaran ujian untuk angkatan 2018. Dulunya itu hanya Rp2,7 juta. Sedangkan sekarang ini angkatan 2019 justru disuruh membayar Rp 3 juta lebih ini sama halnya pembodohan atau penipuan yang dilakukan kampus,”ungkapnya.

Wakil Rektor I IAI DDI Polman, Rivai Makduani mengatakan, pembayaran pengambilan Ijazah dan pembayaran ujian yang dilakukan pihak kampus merupakan keputusan rektor bersama dengan para pengurus untuk memungut biaya pengambilan ijazah. Dan besarannya pun kita sudah pertimbangkan dan kaji bersama dan itu sudah dilakukan seperti dengan alumni lainya. “Hanya saja ini masalah miskomunikasi dan barangkali bagian kemahasiswaan belum menyampaikan kepada mahasiswa, padahal sebelumnya itu sudah dilakukan,”jelas Rivai Makduani.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *