Sulsel Laksanakan Trisula Penanganan Covid-19, Ini Kata Letjen TNI Doni Monardo

  • Whatsapp
Sulsel Laksanakan Trisula Penanganan Covid-19, Ini Kata Letjen TNI Doni Monardo

PAREPOS.CO.ID, MAKASSAR– Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi pada penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan. Trennya menunjukkan ke arah yang lebih baik. Itu bukti Pemerintah Sulawesi Selatan serius dan sungguh-sungguh menangani wabah ini._

Penegasan itu disampaikan Doni saat memberi sambutan di Aula Jenderal Purn M Yusuf Makassar, kemarin. Mantan Danjen Kopassus itu melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof Muhajir Effendy dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Semua langkah yang dilakukan Sulawesi Selatan sangat tepat. Provinsi ini beberapa minggu lalu masuk 5 besar kasus Covid-19 di Indonesia. Hari-hari terakhir ini yang meninggal nol dan banyak yang sembuh. Jumlahnya 673 orang,” ungkap Doni.

Prestasi ini, ujar Doni, positif sekali. Untuk itu agar momentumnya dipertahankan. Masyarakat tidak boleh lengah. Perlu tokoh agama dan tokoh adat dilibatkan. Kearifan lokal harus menjadi ujung tombak.

“Saya sangat terkesan dengan video pendek mengenai seorang ibu yang membawa sapu lidi untuk mengingatkan orang lain agar waspada terhadap bahaya Covid-19. Video itu dibuat di Makassar dan bagus sekali,” kata Doni.

Kepala BNPB ini kembali mengingatkan untuk konsisten pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Tidak apa-apa berkali-kali melakukannya untuk sebab kesehatan diri sendiri.

Kelas Edukasi

Sementara Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan Pemerintah Sulawesi Selatan dan pemerintah Kabupaten/Kota sudah melakukan massiv tracing, intensif testing, dan edukasi aktif yang diistilahkan dengan TRISULA (Tiga Upaya Pengendalian Covid-19 Sulawesi Selatan). Semua itu dilakukan untuk mengatasi Covid-19.

Upaya-upaya yang dimaksud, tambah Nurdin adalah dengan memisahkan yang sakit dan yang sehat, mencegah ODP menjadi PDP atau gejala ringan menjadi gejala berat karena pemantauan kesehatan yang lebih baik. Membentuk Duta Covid-19 sebagai edukator di masyarakat merupakan tujuan dari Program Rekreasi Duta Covid-19 yang menjadi salah satu inovasi andalan dari pemerintah Sulawesi Selatan.

“Khusus kasus ODP dan OTG yang ada di Kabupaten/Kota juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dengan mengevakuasi OTG dan ODP di Kabupaten/Kota ke tempat karantina di beberapa hotel yang disiapkan Pemerintah Provinsi,” jelas mantan Bupati Bantaeng itu.

Dalam program ini menurut Nurdin banyak kegiatan produktif yang dirancang untuk peserta. Misalnya melakukan olahraga rutin setiap pagi, menyediakan nutrisi optimal, dukungan psikososial, pemantauan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menyelenggarakan kelas edukasi untuk menyiapkan peserta menjadi Duta Covid-19. Ini sebagai bentuk pemberdayaan dalam mengedukasi masyarakat dalam pencegahan Covid-19 saat mereka sudah kembali ke lingkungan masin-masing

“Kami yakin kerjasama dan sinergi yang baik dengan jajaran Forkopimda, Pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh elemen masyarakat adalah hal yang paling utama, dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan,” ungkap Nurdin.

Angka Reproduksi Efektif Sulawesi Selatan saat ini adalah di bawah 1. Artinya dalam 14 hari ini sudah banyak intervensi yang dilakukan secara bermakna oleh Pemerintah Daerah bersama seluruh komponen masyarakat. Meski begitu tidak bisa berpuas diri karena masih banyak tahapan yang harus dilakukan ke depan untuk memastikan _New Normal Life_ bisa berjalan dengan baik di Sulawesi Selatan.

“Jumlah tes PCR untuk Covid-19 mengalami peningkatan seiring dengan penambahan jumlah laboratorium di Sulawesi Selatan yang membuktikan bahwa Pemerintah Daerah sungguh-sungguh melakukan upaya testing secara intensif sebagai bagian dari Program TRISULA. Di Sulawesi Selatan jumlah tes harian per 1 Juta penduduk berada di angka 60, artinya 2 kali lipat lebih banyak dibanding angka nasional Indonesia yang hanya berada pada angka 30. Ini menandakan Sulawesi Selatan mampu membuktikan secara sungguh-sungguh untuk mengendalikan dan memutuskan mata rantai sumber penularan Covid-19,” tegas Nurdin.

Dalam menangani Covid-19 di Sulawesi Selatan Nurdin didampingi banyak Tim Pakar. Mereka antara lain Prof Dr Dwia Ariestina Pulubuha (Sosiolog), Prof Dr Ridwan Amiruddin (Epidemiologi), Dr Aminuddin Syam (Ahli Gizi), Prof Dr Sukri Palutturi (Ahli Kebijakan Kesehatan), Dr Firdaus Kasim (Informasi Kesehatan), dan Dr Atjo Wahyu (Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja).(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *