Sulawesi Barat

RSUD Polman Miliki Alat BSC, Suaib: Tes Swab Hanya 45 Menit

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polman kini memiliki alat berupa Bio safety Cabinet ( BSC) atau Tes Cepat Molekul (TCM) untuk pemeriksaan spesimen swab bagi pasien Covid-19, baik itu pasien OTG Carier maupun pasien PDP dan ODP. Hasil dari pada pemeriksaan, yang ada diruang Laboratorium RSUD Polman itu nantinya sudah bisa diketahui hanya dalam jangka waktu 45 menit.

Juru Bicara Percepatan penangangan Covid-19 Polman, Suaib Nawawi mengatakan, sekarang ini kita sudah memiliki alat pemeriksaan spesimen swab sendiri. Selama ini yang jadi kendala adalah lamanya menunggu hasil spesimen swab yang kita kirim ke BLLK Makassar, sehingga kita melakukan pengadaan alatnya yang dibantu oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Suaib mengakui, alat tersebut resmi di operasikan, Jumat 5 Juni, untuk menerima spesimen dari tiga kabupaten yakni Majene, Mamasa dan Polman sendiri sehingga tidak perlu mengirim dan menunggu lama lagi hasil pemeriksaan. Sebab hasil tes itu hanya 45 menit sudah bisa keluar dan diketahui positif atau negatifnya spesimen tersebut.

“Sebenarnya alat BSC/TCM ini sudah lebih 15 hari berada di RSUD Polman, namun baru hari ini bisa difungsikan karena petugas banyak membenahi ruanganya. Termasuk penataanya dan kondisi-kondisi tertentu seperti pemasangan heva filter yang mengisap udara yang ada didalam dan mengganti dengan udara yang segar dan membuang keluar, sehingga tidak mengkontaminasi orang-orang yang ada dirumah sakit,”jelasnya.

Dalam pengoprasian itu RSUD Polman, sudah mendapat 180 Cartridge dari Kemenkes dan 180 kali pemeriksaan untuk periode ini, dan itu nantinya akan ditambah lagi untuk cartridge selanjutnya. ” Kenapa kita butuhkan cepat hasil dpesimen yang kita kirim, itu untuk menghindari in efesiensi dan in efektvitas. Coba kalau kita kirim spesimen sampai 4 hari baru datang namun hasilnya tidak positif. Tapi penanganan yang kita lakukan sudah banyak dan buang biaya inikan namanya pemborosan. Coba kalau cepat tiba hasilnya, kita juga lebih cepat menghambat penularannya,”tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Polman Natsir Rahmat usai meresmikan Laboratorium BSC/TCM RSUD Polmam berharap alat ini bisa dipelihara, karna ini alat yang canggih harganyapun lumayan hingga Rp 300 juta. Dan di Sulbar itu hanya dua yang miiliki alat ini yakni RSUD Regional Mamuju dan RSUD Polman. “Saya harap petugas di RSUD, agar memberikan pelayanan yang baik ke masyarakat karena obat generik yang baik itu adalah senyum dan ramah dalam memberikan pelayanan,”ungkapnya.(win)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top