Puluhan Ribu Warga Jerman Ikut Demo Pembunuhan George Floyd

  • Whatsapp
Puluhan Ribu Warga Jerman Ikut Demo Pembunuhan George Floyd

JERMAN — Puluhan ribu orang di Jerman pada Sabtu (6/6) menggelar aksi unjuk rasa menentang rasisme dan tindakan brutal polisi menyusul tewasnya warga Afro-Amerika, George Floyd, di Kota Minneapolis, Amerika Serikat (AS).

Menurut pihak kepolisian, sekitar 15.000 peserta memenuhi Alun-Alun Alexanderplatz di Berlin, tetapi hanya 1.500 orang yang terdaftar mengikuti aksi unjuk rasa tersebut, meskipun ada perintah menjaga jarak minimal selama merebaknya pandemi korona (Covid-19). Di media sosial Twitter, para petugas polisi mengatakan bahwa alun-alun itu telah penuh dan meminta orang-orang untuk berhenti datang.

Floyd (46) meninggal usai seorang petugas polisi kulit putih menekan lehernya dengan lutut selama hampir sembilan menit saat tangannya diborgol dengan wajah menghadap ke tanah di sebuah jalan di Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Di Jerman, banyak pengunjuk rasa yang berpakaian hitam membawa sejumlah spanduk mendukung gerakan Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga (Black Lives Matter). Pihak penyelenggara menyerukan aksi diam yang berlangsung tepat selama 8 menit dan 46 detik, rentang waktu Floyd kehilangan kesadaran saat petugas polisi tersebut menginjak leher Floyd dengan lututnya.

Kepolisian Berlin mengungkapkan bahwa mereka melakukan sejumlah penangkapan usai sekelompok pengunjuk rasa melempar botol dan batu ke arah polisi, yang menyebabkan satu petugas terluka. Dalam insiden terpisah, kepala seorang fotografer pers terkena lemparan botol, tambah pihak kepolisian.

Sekitar 25.000 pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Kota Munich, namun menurut pihak kepolisian, hanya 200 orang yang terdaftar mengikuti acara itu. Area pertemuan akhirnya diperluas demi memberikan ruang yang lebih untuk memungkinkan para pengunjuk rasa mengikuti aturan jaga jarak sosial (social distancing).

Di Hamburg, pihak kepolisian memaparkan bahwa total 14.000 orang mengikuti dua aksi unjuk rasa yang digelar hampir bersamaan di Jungfernstieg dan Rathausmarkt. Kepolisian Hamburg sempat mengutarakan rasa solidaritas mereka jelang aksi unjuk rasa tersebut. “Kami berada di pihak kalian!” cuit mereka di Twitter sebelum aksi unjuk rasa berlangsung. “Rasisme tidak boleh mendapatkan tempat di masyarakat kita. Kami bekerja setiap hari agar semua orang di Hamburg dapat merasa aman.”

Pada Sabtu yang sama, kota-kota lain di Jerman seperti Frankfurt, Mannheim, dan Stuttgart juga dipadati oleh para pengunjuk rasa. Seruan untuk melakukan “Aksi Diam” tersebar luas di internet, yang juga menyerukan “Katakan Tidak pada Rasisme” dan “Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga”. (xinhua/ant/jpc/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *