Pro Daerah

Proyek Rel KA Mulai Dikerja, Proses Pembebasan Lahan jadi Kendala di Pangkep

PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Pekerjaan fisik proyek strategis nasional, rel Kereta Api (KA) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai dikerjakan. Dari Desa Kabba Minasatene hingga di ruas Tonasa 2, Kecamatan Bungoro yang terdampak lahan rel KA mulai digenjot pengerjaannya, oleh PT Istana Mandiri.

Dimana sepanjang 3,7 kilometer tersebut dikerjakan oleh PT Istana Mandiri, dengan nilai kontrak sebesar Rp130 miliar. Leader Proyeksi PT Istana Mandiri, Rosbandono mengungkapkan, saat ini progres pekerjaan yang ditangani dari volume 3,7 kilometer baru terhitung sepeluh persen, sejak dikerjakan mulai bulan April 2020, lalu. “Kita bertahap saja, sesuai dengan prospek pekerjaan. Kendalanya pula, terdapat pada lahan yang sekarang masih dalam tahap konsinyasi di pengadilan. Jadi, sementara ini, kita masih menggunakan dana talangan untuk memulai pekerjaan,”ujarnya.

Saat dijumpai dilokasi pekerjaan, di Kelurahan Pabundukkang, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Senin 29 Juni, 2020. Dari sepanjang 3,7 kilometer yang dikerjakan, terdapat tujuh underpass yang dibangun dan 1 playover. Ketujuh underpass di bangun itu terbagi di dua wilayah, tiga terdapat diwilayah kecamatan Pangkajene, dan empat terdapat diwilayah kecamatan Minasatene. Dan satu plyover terdapat di ruas Tonasa 2, dengan panjang 300 meter, tinggi 10 meter.

“Dalam agenda pekerjaan ini, nantinya akan diadendumkan, karena terdapat beberapa perubahan volume pekerjaan. Seperti, ruas jalan yang terdapat ada underpass. Dalam gambar agenda, hanya 5 meter, namum dilapangan harus disesuaikan dan menjadi 6 meter. Kita pun menarget untuk bulan depan pekerjaan harus selesai sepanjang volume 700 meter. Kendalanya ada pada pembebasan lahan, kalau itu sudah selesai, kita dapat percepat dan maksimalkan pekerjaan,”tambahnya. (awi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top