Sulawesi Barat

Peringati Harganas, Kodim Polmas Dukung Pelayanan KB Sejuta Akseptor

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27. Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (DP2KBP3A) bersama Kodim 1402 Polmas melaksanakan pelayanan keluarga berencana (KB) sejuta akseptor.

Launcing serentak pencanangan pelayanan KB sejuta akseptor DP2KBP3A di Markas Kodim Polman dihadiri oleh Wakil Bupati Polman H Muh Natsir Rahmat, Dandim Polmas Letkol Arh Hari Purnomo, Wakil Ketua DPRD Polman Hj Nurbaeti, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulbar, Sukadamai, Kepala DP2KBP3A Polman H Ahmad Kilang, Ketua IBI Polman Rosdiana, Kasatlantas Polres Polman AKP Rusli Said.

Dandim 1402 Polmas, Letkol Arh Hari Purnomo mengatakan, Kodim melalui Koramil jajaran dan Babinsa siap mendukung pelayanan KB sejuta akseptor.
Babinsa melalui koramil jajaran akan melakukan pendampingan kepada petugas di wilayah binaan masing-masing, agar target pelayanan KB sejuta akseptor secara nasional dapat diwujudkan dan tercatat dalam rekor MURI.

Ditengah wabah pandemi Covid 19 ini, kata Dandim, prosedur protokol kesehatan tetap dipatuhi dalam pelaksanaanya agar terhindar dari penyebaran virus korona.
Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Polman Ahmad Kilang mengatakan, dalam kegiatan ini pihaknya menarget 590 akseptor di 15 wilayah kecamatan. Setelah dilaksanakan, pendaftar justru melebihi target sebelumnya. ” Pedaftar KB di Polman saat ini mencapai 1.924 akseptor baru. Pencapaiannya, bagaiman BKKBN pusat ingin mendapatkan rekor muri dengan adanya sejuta akseptor, melalui pelayanan,”katanya.

Pelayanan KB dalam kegiatan pelayanan sejuta akseptor ini yakni Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang digunakan selama 3 tahun lamanya. Tapi ada kemungkinan juga mengikuti KB suntik, pil dan kondom. Kemudian untuk KB pria (Vasektom), saat ini belum ada yang mendaftar. Pelayanannya MKJP yang terdiri dari pemasangan implan yang dipasang di lengan, suntik, pil dan kondom dimulai Pukul 09.00 wita hingga pukul 15:00 wita.

Program KB bukan berarti melarang masyarakat berhubungan suami istri. Tapi, untuk memberikan jarak antara anak pertama dan anak kedua khususnya dimasa pandemi ini.(win)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top