MUI Soppeng Kecam Pernikahan Sejenis di Baringeng, Kades Akui Kecolongan

  • Whatsapp
MUI Soppeng Kecam Pernikahan Sejenis di Baringeng, Kades Akui Kecolongan

PAREPOS.CO.ID, SOPPENG– Pernikahan sejenis yang terjadi di Desa Baringeng, Kecamatan Lilirilau, gemparkan masyarakat khususnya di Kabupaten Soppeng. Kecurigaan berawal dari proses ijab kabul yang dihadiri para tamu yang menghadiri acara pernikahan tersebut, Rabu 9 Juni lalu, dimana nama mempelai pria yang mirip dengan nama perempuan. Bermula dari kecurigaan itu, membuat masyarakat setempat melaporkan kedua mempelai berinisial MT dan MS.

Kepala Desa (Kades) Baringeng, Andi Aris membenarkan adanya pernikahan sejenis di wilayahnya. Dirinya baru mengetahui setelah mendapatkan laporan dari masyarakat dan hasil konfirmasi dari Kepala Desa Pising, yang merupakan mantan warganya. “Ia benar ada kejadian seperti itu, saya di hubungi Kades Pising, katanya itu mantan warganya yang menikah di Desa saya, terus dia katakan bahwa bukan laki-laki, melainkan perempuan,” kata Kades Baringeng, Andi Aris, kemarin.

Bacaan Lainnya

Dirinyapun mengakui telah kecolongan lantaran keduanya melaksanakan akad dan resepsi di Desanya tersebut. “Saya kecolangan karena pernikahanya tidak dilaporkan ke Desa dan KUA. Mereka menikah sirih,” jelasnya. Jenis kelamin mempelai pria adalah wanita inipun ditegaskan oleh Kepala Desa Pesse Fatmawati, bahwa MS yang merupakan mantan warganya adalah perempuan. “Itu mantan warga saya, baru-baru pindah ke Desa pising, itu perempuan terbukti dari Kartu Keluarganya,” jelasnya.

Sementara, pengakuan Kepala Desa Pising Hj St Salmiah mengatakan, mempelai laki-laki sempat melakukan pengurusan berkas untuk mendapatkan surat pengantar dari Desa Pising. “Kita tolak karena berkas yang diajukan tidak lengkap,” terangnya. Selain itu, identitas asli mempelai laki-laki (MS) terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan di Puskesmas Tajuncu, Kecamatan Donri-donri. “Hasil pemerikasaan bidan dan dokter puskesmas, MS memiliki jenis kelamin perempuan,” kata Kapolsek Donri-donri, Iptu Mushudi.

Dia juga mengatakan, pernikahan sejenis ini terdapat kasus didalamnya, yakni pemalsuan identitas yang dilakukan mempelai laki-laki. “Ini bukan cuma 1 kasus karena ada pemalsuan identitas di Dukcapil, karena jenis kelamin KTP berubah jadi laki-laki,” ujarnya.
“Untuk saat ini kami limpahkan kasus tersebut ke Polres Soppeng, dikarenakan tempat kejadiannya berada di Desa Baringeng,” lanjutnya.

Akibat perbuatan tersebut, pihak keluarga mempelai perempuan MT akhirnya menempuh jalur hukum, dengan melaporkan MS ke Polisi. Dalam laporkannya, keluarga MT mengatakan pihaknya merasa ditipu. Sehingga membuat keluarganya malu atas perbuatan MS. Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Soppeng, Huzaemah mengatakan, baik dalam agama maupun hukum, pernikahan sejenis di Indonesia tidak sah.

Dirinyapun menyayangkan kejadian ini, dan mengingatkan agar pernikahan digelar secara resmi tercatat dan terdaftar di Kantor Urusan Agama (KUA). “Segi hukum agama, sangat haram dan tidak sah. Hal ini merupakan perbuatan yang laknat,” tegasnya. Intinya, kata dia, yang menikahkan yang bersangkutan juga harus ikut diproses. Pasalnya, menikahkan tanpa pencatatan di KUA dan bukan dihadapan penghulu dan petugas yang diakui oleh negara.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Soppeng mengecam perbuatan dan pernikahan sejenis yang membuat heboh warga Soppeng.
Sekretaris MUI Soppeng, Musriadi mengatakan bahwa pernikahan sejenis yang dilakukan MS dan MT adalah haram yang dan dilarang semua agama. “Itu haram, dan tidak dibolehkan oleh agama. Kejadian ini harus diusut dan tidak boleh di biarkan hidup besama,” katanya. Dia menjelaskan pada kasus ini, yang bersangkutan banyak melanggar hukum, mulai dari agama maupun negara dimana yang bersangkutan telah memalsukan identitas. “Kita harap kasus ini diusut tuntas, Pemerintah harus ikut andil, ini bukan persoalan agama saja, ini sudah persoalan sosial,” tegasnya. (ima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *