Sulawesi Barat

Menteri Kelautan dan Perikanan Kunker ke Pasangkayu, Ini Imbauannya

PAREPOS.CO.ID,PASANGKAYU– Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pasangkayu. Didampingi Bupati Pasangkayu Dr Ir H Agus Ambo Djiwa MP, Edhy Prabowo meninjau sekaligus meresmikan tambak udang vaname milik PT Randomayang Tambak Lestari (RTL) yang terletak di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Selasa 9 Juni 2020.

Dalam kunjungan kerjanya tersebut rombongan Menteri Kelautan dan Perikanan meninjau tiga lokasi tambak udang baik yang ada di Desa Randomayang, maupun Desa Sarjo Kecamatan Sarjo. Nampak ikut mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan yakni, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Aryo Hanggono,Dirjen Perikanan Tangkap,M Zulficar M,Dirjen,Perikanan Budidaya,Slamet Soebjakto,Dirjen
Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan,TB Haeru Rahayu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Punk Nugroho,Ajudan Menteri Lettu Yudha Pratama,dan
Operasional Surveillance Direktorat POA Ditjen PSDKP, Ikhsan P.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) disambut oleh Pimpinan Forkopinda Pemkab Pasangkayu. Bupati Pasangkayu, DR Ir H Agus Ambo Djiwa MP menyampaikan kondisi wilayah Pasangkayu yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Maka dari itu, kata H Agus, kedepan daerahnya siap menjadi penyangga ibu kota baru di Kalimantan. Dan dengan kehadiran pak Menteri diharapkan dapat memberi
sprit bagi kami untuk terus membangun daerah ini.

Terpisah, pihak pengembangan, H Suhardi Duka menyampaikan bahwa tambak ini adalah pengembangan yang sifatnya berkelompokan, karena kami punya tambak ini kurang lebih 13 ribu
hektar. Isinya ada untuk udang vaname ada juga untuk ikan bandeng, dan kita juga laporkan bahwa hasil dari nelayan ikan tuna disini hasilnya di bawah ke Makassar.

Suhardi mengakui, kalau nantinya Kalimantan jadi ibukota negara dan daerahnya berseberangan dengan ibu kota negara dimana jaraknya cuma kurang lebih garis lurus 225 kilo
meter. “Saya sudah laporkan dengan bapak presiden kemarin, kalau presiden berkeinginan kedepan Kabupaten Pasangkayu dapat di jadikan penyangga ibu kota negara. Kami siapkan 1000 hektar lahan untuk pelabuhan internasiaonal,”kata Suhardi.

Menyikapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo menjelaskan, tidak ada pembangunan yang muncul dari atas, melainkan harus ada keinginan besar yang datang dari bawah. Maka dari itu,
diharapkan kepada Gubernur dan Bupati,cukup menugaskan Kepala Dinas untuk melakukan komunikasi dengan KKP dalam memenuhi permintaan
pembangunan fasilitas perikanan di Sulawesi Barat. ” Dengan lahan tambak yang dimiliki Kabupaten Pasangkayu saat ini, pihaknya berharap dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan terhadap pelaksana agar melibatkan mayoritas masyarakat. Anggaran telah kami siapkan, tergantung kesiapan program dari Pemkab Pasangkayu,”ungkapnya. Ditambahkannya, kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan covid-19, demi menekan penyebaran virus korona.(bur)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top