Ajatappareng

Libatkan OPD Cegah Stunting di 22 Desa, Muslimin: Perbaikan Gizi dan Kesehatan

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG — Dalam upaya menurunkan angka penderita stunting atau gagal tumbuh pada anak, akibat kekurangan gizi kronis yang menyebabkan anak terlalu pendek dari usianya. Pemerintah Kabupaten Enrekang terus melakukan upaya konkret untuk mengatasi
kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah anak lahir. Pasalnya, anak yang menderita stunting berdampak tidak hanya pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada penurunan kecerdasan dan produktivitas di usia dewasa sehingga masa mendatang akan menjadi beban negara.

Upaya konkret yang dilakukan untuk mencegah stunting dan dampaknya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bumi Masenrempulu, Enrekang. Pemerintah Kabupaten Enrekang menggelar rembuk aksi percepatan penurunan stunting dengan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta meluncurkan kegiatan pendampingan di 22 Desa lokus stunting.

Bupati Enrekang, H Muslimin Bando dalam sambutannya mengungkapkan, ditengah wabah COVID-19 bukan menjadi halangan menyurutkan upaya pemerintah dalam hal pencegahan stunting.” Kita sangat berharap semoga angka penderita stunting di Enrekang bisa diminimalisir, dengan tetap melalukan intervensi kepada keluarga yang masuk kategori stunting,”ujar Bupati Enrekang dua periode tersebut.

Muslimin Bando mengakui, semua stakeholder telah dilibatkan untuk penanganan dan pencegahan stunting, mulai dari Dinas Kesehatan, PKK, Baznas dan seluruh jajaran OPD. Langkah yang dilakukan mulai dari perbaikan gizi dan kesehatan, serta ketahanan rumah tangga seperti menekan angka kelahiran. “ Ada 22 Desa yang menjadi lokasi khusus dari 129 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Enrekang. Itu sudah kita intervensi maksimal dalam melakukan menekan angka stunting,”jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Sutrisno menjelaskan, fokus kegiatan pendampingan gizi yang dilakukan adalah mendampingi keluarga, dengan sasaran umur kelompok 1000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Tujuan dari program pendampingan gizi adalah untuk melaksanakan intervensi penanggulangan stunting di tingkat masyarakat secara terintegrasi. ” Target pemerintah adalah menurunkan prevalensi stunting dari target 35,65 persen tahun 2020 menjadi 19,5 persen di tahun 2023,”ungkapnya.(*/ade)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top