Hukum dan Kriminal

Gunakan Bahan Peledak, Tujuh Nelayan Pulau Makaranganan Ditangkap Polairud Pangkep

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji didampingi Kasat Polairud Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi saat menyampaikan hasil pengungkapan penggunaan bahan peledak oleh nelayan
PAREPOS.CO.ID, PANGKEP — Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polres Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) berhasil melakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku yang diduga menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan. Pemakaian bahan peledak diduga dilakukan sejumlah nelayan di wilayah perairan Kecamatan Liukang Tangaya. Kini tujuh orang pelaku telah diamankan di Mapolres Pangkep.
Kasat Polairud Polres Pangkep, Iptu Deki Marizaldi menjelaskan, tujuh orang nelayan yang diamankan masing-masing memiliki peran berbeda, mulai dari penyelam, hingga juragan kapalnya ikut diamankan. Para pelaku diantaranya, Rahmat (37), Roni (24), Supriadi (31), Wawan (29), Erwin (18), Alwi (37) dan Bambang (20) yang semuanya nelayan asal Pulau Makaranganan, Desa Sailus, Kecamatan Liukang Tangaya.
“Penangkapan ini juga dilakukan pada saat mereka sementara di perairan, menangkap ikan menggunakan bahan peledak, saat itu tim tengah patroli rutin di perairan tersebut dengan kapal nelayan yang digunakan untuk patroli. Ditemukan satu unit kapal beserta tujuh nelayan dan sejumlah barang bukti diatas kapal tersebut,”ungkapnya, kemarin.
Atas perbuatannya, tujuh pelaku ini disangkakan pasal 84 UU Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan pidana paling lama enam tahun dan denda Rp 1 Miliar lebih. “Ledakan ini tentu berdampak sangat tinggi terhadap kerusakan ekosistem bawah laut, melihat juga bahan¬† dirakit dan ditakar sendiri dengan campuran sejumlah pupuk yang digunakan dan detonator juga dirakit sendiri, apalagi ukurannya ini besar, pasti akan besar dampak kerusakan yang ditimbulkan dibawah laut,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji mengungkapkan, lokasi penangkapan di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya itu kerap menjadi lokasi penangkapan ikan secara ilegal, disebabkan wilayah yang jauh dan berada di perbatasan provinsi. “Penangkapan ini di wilayah pulau terluar. Tim turun melakukan patroli rutin dan menemukan sejumlah nelayan yang hendak melakukan penangkapan secara ilegal. Adapun barang bukti berupa satu kapal, dokumen kapal, jeriken yang berisi butiran juga turut diamankan. Mesin kompresor, sampan, selang dan alat-alat lain turut diamankan langsung,” ujar mantan Kapolres Enrekang tersebut. (awi)
Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top