Pendidikan

Dikdas Klaim Belajar Daring tak Efektif, Nurliah: Modul Solusinya

Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep

PAREPOS CO.ID, PANGKEP– Mencuatnya pengadaan pembelajaan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikemas dalam modul, di media sosial dan dikeluhkan para Kepala Sekolah Dasar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Kepala Bidang Pendikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pangkep, Nurliah angkat bicara. Dia pun menjelaskan soal sorotan di media sosial terkait modul dan paket foto presiden yang diperjual belikan di sekolah dasar. “Kalau itu soal paket presiden itu pihak ketiga. Dan itu juga tidak ditekankan pihak sekolah untuk membeli, harganya saya dengar itu Rp450ribu. Yang pasti itu bukan urusan dinas, dan tidak ada tekanan ke pihak sekolah,”tegasnya, Selasa 23 juni, malam ini.

Nurliah menegaskan pula terkait pengadaan modul tersebut. Saat ini musim pandemi, dan proses belajar mengajar dilakukan secara daring atau online. “Modul ini sebenarnya sudah di musyawarakan dengan pihak forum K3S. Beberapa bulan ini pun kita evaluasi sistem pembelajaran daring, dan itu dianggap tidak efektif. Lantaran, pula masih banyaknya siswa yang tidak memiliki hp android dan juga akses jaringan belum memadai, karena kita ada wilayah pegunungan dan laut,”katanya.

Makanya, kata Nurliah, solusinya kita anjurkan sekolah untuk pengadaan modul ini sebagai solusi belajar di rumah. Karena, modul ini langsung dibagikan ke peserta didik, dan dipantau oleh tenaga pendidiknya.

Sementara itu, Ketua Forum K3S Pangkep, Nasaruddin mengatakan, modul ini menjadi referensi ditengah pandemi pada sistem belajar daring. Modul inilah menjadi panduan bagi peserta didik untuk belajar secara langsung, dengan adanya modul yang menjadi panduan belajarnya, dengan tetap bimbingan tenaga pendidik lewat daring. “Di modul ini, sudah ada materi dan ada isian lembaran siswa karena modul tetap dibimbing oleh tenaga pendidik. Ini kita masih proses dan sebenarnya modul tersebut belum turun ke sekolah dan peserta didik, karena harus dirampungkan dulu,”jelasnya.

Nantinya, kata Nasaruddin yang juga menjabat Kepala Sekolah di SDN 14 Bonto-bonto, ketika berjalan, kita akan evaluasi tiap satu tema. Ini sebenarnya tidak ada masalah, karena ini sudah di musyawarakan dan didiskusikan dengan pihak sekolah, dan sekolah pun menerima. (awi)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top