Internasional

Anak Buah Bunuh Pria Kulit Hitam, Kepala Kepolisian Atlanta Mundur

ATLANTA — Penembakan yang kembali menewaskan pria kulit hitam, Rayshard Brooks, di area drive-thru resto Wendy’s, membuat pihak kepolisian malu dan merasa bersalah. Lagi-lagi polisi kulit putih menghabisi nyawa Brooks, pria kulit hitam. Situasi itu membuat Kepala Kepolisian Atlanta mengundurkan diri.

Walikota Atlanta memastikan hal itu. Kasus ini tentu menyulut kemarahan warga atas isu rasisme yang belum juga berakhir atas kasus sebelumnya, George Floyd. Demonstran memblokir jalan raya antar negara bagian dan membakar Wendy’s tempat Rayshard Brooks tewas. Ini terjadi beberapa jam setelah Walikota Keisha Lance Bottoms mengumumkan pengunduran diri Kepala Polisi Erika Shields.

“Saya tidak percaya bahwa ini adalah pembenaran dengan menggunakan kekuatan hingga menimbulkan maut. Kami menyerukan agar petugas segera diberhentikan,” kata Bottoms seperti dilansir dari Channel News Asia, Senin (15/6).

Kejadian berawal saat polisi mendapat laporan dari pihak resto bahwa ada pria yang tertidur di mobilnya di area drive-thru. Kondisi itu membuat pembeli mengantre karena Brooks sudah memblokir pelanggan lain.

Saat polisi tiba, Brooks diintrogasi dan dia gagal dalam tes kesadaran. Maka polisi menyimpulkan Brooks mabuk di bawah pengaruh alkohol. Namun perkelahian antara Brooks dan polisi pun terjadi. Brooks sempat mengambil pistol polisi. Saat Brooks melarikan diri dan dikejar petugas, petugas melepaskan tembakan sampai 3 kali.

Brooks dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal setelah operasi. Pengunjuk rasa pun marah.

Siapa Polisi yang Menembak?

Seorang juru bicara polisi Atlanta mengidentifikasi petugas polisi yang melakukan penembakan itu. Pelakunya adalah Garrett Rolfe. Dia sudah diberhentikan dari kepolisian pada hari Sabtu (13/6). Sementara 2 perwira lainnya ditempatkan di bagian administrasi, menurut ABC News.

Baru-baru ini AS menghadapi serangan rasisme sistemik, dengan kerusuhan sipil massal yang dipicu oleh pembunuhan pada 25 Mei atas seorang pria Afrika-Amerika, George Floyd.

Floyd meninggal setelah seorang polisi kulit putih Minneapolis menekan lututnya di lehernya selama hampir sembilan menit. (jpc/fajar)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top