Ada Tiga Penyakit Komorbid Penderita Covid-19 di Sulsel, Doni Monardo Imbau Jaga Diri

  • Whatsapp
Ada Tiga Penyakit Komorbid Penderita Covid-19 di Sulsel, Doni Monardo Imbau Jaga Diri

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Sulsel, Nurdin Abdullah menegaskan strategi dan program dalam penanganan Covid-19 terus dilakukan dengan bersinergi dengan Forkopimda diantaranya, Sulsel salah satu daerah yang melaksanakan PSBB di wilayah epicentrum Makassar dan Gowa, karantina terpusat OTG dan ODP melalui Program Wisata Duta Covid-19, screening di pintu masuk untuk pelaku perjalanan dan tindak lanjut karantina jika Rapid Diagnostic Test (RDT) positif, screening massal di pasar dan untuk populasi bersiko lainnya, memusatkan pelayanan kesehatan dan penanganan Covid-19 di lima rumah sakit.

Gubernur sulsel Nurdin Abdullah saat menerima kunjungan kerja Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo bersama Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.di Posko Gugus Tugas Covid-19 Sulsel di Balai Manunggal Makassar, Minggu 7 Juli, kemarin. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengaku, untuk mempercepat proses penyembuhan maka disiapkan makanan bergizi, pengembangan layanan rumah sakit dengan menambah kapasitas tempat tidur, meningkatkan kapasitas specimen laboratorium dari 350 menjadi 800 spesimen per hari, serta mengatur alur rujukan RS bagi pasien covid-19.

Bacaan Lainnya

“Upaya percepatan penyembuhan baik dalam program Wisata Covid-19 maupun perawatan RS maka disiapkan makanan bergizi yang dipantau oleh ahli gizi, mengembangkan layanan rumah sakit dengan menambah kapasitas tempat tidur melalui anggaran APBD provinsi, meningkatkan kapasitas specimen laboratorium dari 350 menjadi 800 spesimen per hari dengan menambah jumlah laboratorium pemeriksa dari tiga menjadi tujuh lab, mengatur alur rujukan RS bagi pasien covid-19 dengan menempatkan tiga RSUD sebagai RS rujukan pertama dan RS wahidin dan RS Unhas sebagai RS rujukan utama,”ungkap Nurdin.

Nurdin Abdullah menyebutkan tim gugus tugas juga melakukan Massive Tracing, Intensive Testing dan Edukasi Aktif yang diistilahkan dengan TRISULA atau Tiga Upaya Pengendalian Covid Sulawesi Selatan. “Tim Gugus bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah melakukan Massive Tracing, Intensive Testing dan Edukasi Aktif yang diistilahkan dengan TRISULA atau Tiga Upaya Pengendalian Covid Sulawesi Selatan. Untuk memisahkan yang sakit dan yang sehat, mencegah ODP menjadi PDP atau gejala ringan menjadi gejala berat karena pemantauan kesehatan yang lebih baik,’ sebutnya.

Nurdin menambahkan salah satu bagian dari program Wisata Covid-19 adalah membentuk Duta Covid-19 sebagai edukator di masyarakat. “Dalam Program ini ada banyak kegiatan produktif yang dirancang untuk peserta misalnya, melakukan olahraga rutin setiap pagi, menyediakan nutrisi optimal, dukungan psikososial, pemantauan kesehatan dan pemeriksaan laboratorium. Serta tidak kalah penting kelas edukasi untuk menyiapkan peserta menjadi Duta Covid-19, ini sebagai bentuk pemberdayaan dalam mengedukasi masyarakat dalam pencegahan Covid-19 pada saat mereka sudah kembali ke lingkungan masin-masing,”timpalnya. “Melalui kerjasama dan sinergi yang baik dengan jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota dan seluruh elemen masyarakat maka penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan bisa dikendalikan, dilihat dari angka Reproduksi (Rt) Sulawesi Selatan saat ini adalah dibawah 1 artinya dalam 14 hari ini sudah banyak intervensi yang dilakukan secara baik,’ tutupnya.

Sementara itu, Kepala BNPB, Doni Manardo mengatakan ada tiga jenis penyakit penyerta (komorbid) yang resikonya sangat tinggi di Sulsel apabila terkena virus korona yakni, diabetes militis, hipertensi dan jantung. “Respon dari apa yang dipaparkan gubernur dan pakar epidemologi Unhas serta dengan data ini diharapkan warga Sulawesi Selatan yang menderita penyakit diabetes, hipertensi dan jantung betul-betul menjaga diri untuk tidak melakukan aktvitas bertemu banyak orang di luar, kalau tidak penting tidak usah keluar,” sebutnya.

Ia juga menekan agar masyarakat selalu mengontrol tangan, karena salah satu penularan yang paling besar sumbernya adalah lewat tangan. Imunitas juga dijaga. Ketika terpapar bisa terinfeksi dan ketikan imunitas tidak bagus dan bisa sakit. “Kalau kita punya komorbid maka resikonya fatal. Oleh karenanya mengingatkan kita semua untuk memperhatikan protokol kesehatan,” pintanya. Ia menyakini Sulsel sebagai lumbung pangan nasional akan bisa pulih dengan kekompakan dengan kebersamaan dan gotong royong dan semangat untuk menghadapi Covid-19. “Walaupun hari ini angkanya tinggi, kita lihat nanti, 3-4 minggu yang akan datang akan bisa lebih rendah, bahkan nol, karena dari kerja keras semua komponen masyarakat di Sulsel,” tutupnya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *