Ada Apa dengan ‘Komunikasi’

  • Whatsapp
Ada Apa dengan 'Komunikasi'

Bapak Ibu Saudara sebangsa dan setanah air. Kemampuan yang harus dimiliki anak bangsa Indonesia yang diamanahkan Pendidikan Abad 21 diantaranya adalah mampu mengkomunikasikan ide, fikiran, gagasan lewat lisan maupun tulisan, melalui media sosial, dan media cetak.

Laporan: Muh. Dahlan                         (Kepala SDN 24 Parepare)

Apa itu komunikasi ?
Komunikasi dapat difahami dengan pendekatan dan pandangan berbeda dari para ahli pakar komunukasi tentang makna dan tujuan berkomunikasi.

Arti kata komunikasi menurut KBBI. Komunikasi [ko·mu·ni·ka·si]. Kata Nomina (kata benda). 1) pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami; hubungan; kontak; 2) perhubungan. Alat komunikasi: sarana perhubungan; etnografi komunikasi: (Linguistik) bidang etnolinguistik atau sosiolinguistik tentang bahasa dalam hubungannya dengan semua variabel di luar bahasa.

Komunikasi: tempat berlalunya pesan dari sumber kepada penerima; jurang komunikasi: kesenjangan dalam komunikasi, apabila di antara peserta komunikasi tidak terdapat pengertian yang sama mengenai lambang yang digunakan. Komunikasi dua arah: komunikasi yang komunikan dan komunikatornya dalam satu saat bergantian memberikan informasi.

Komunikasi formal: komunikasi yang memperhitungkan tingkat ketepatan, keringkasan, dan kecepatan komunikasi. Komunikasi massa: penyebaran informasi yang dilakukan oleh suatu kelompok sosial tertentu kepada pendengar atau khalayak yang heterogen serta tersebar di mana-mana.

Komunikasi sosial: komunikasi antar kelompok sosial dalam masyarakat. Kata-kata dari kata dasar komunikasi berkomunikasi mengomunikasikan. Kata bijak dengan kata: komunikasi. Perasaan pantas dapat tumbuh subur pada situasi dimana perbedaan individu dihargai, kesalahan ditolerir, komunikasi terbuka, aturan fleksibel. Jenis situasi ini hanya ditemukan pada keluarga yang bahagia. – (Virginia Satir)

Komitmen berarti komunikasi. Komitmen berarti mementingkan satu sama lain di atas ego kita sendiri. -( Fiersa Besari ). Saya sangat meyakini bahwa setiap hal yang meningkatkan komunikasi memiliki efek yang amat besar dalam hal bagaimana orang dapat belajar satu sama lainnya, dan bagaimana mereka dapat mencapai kebebasan yang mereka inginkan. -( Bill Gates ).

Keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan dan menyelaraskan hati. -( Deassy M. Destiani). Hal paling penting dalam komunikasi adalah mendengarkan apa yang tidak dikatakan. -( Peter F. Drucker). Komunikasi adalah sebuah keterampilan yang dapat kau pelajari. Belajar komunikasi itu seperti mengendarai sepeda atau mengetik. Jika mengerjakannya, maka dapat mengubah kualitas dari semua bagian hidupmu. – (Brian Tracy).

Selanjutnya, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 asas dan tujuan yaitu Asas : Pemanfaatan Teknologi ITE dilaksanakan berdasarkan asas kepastian hukum, manfaat, kehati-hatian, iktikad baik, dan kebebasan memilih teknologi atau netral teknologi.

Tujuan dari Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Transaksi Elektronik dilaksanakan dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia, mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab dan memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi.

Saudaraku sebangsa dan setanah air, dari penjelasan pengertian serta UUD berkomunikasi dalam memberikan imformasi, dibuka seluas-luasnya untuk belajar mengasah kemampuan berkomunikasi bagi anak bangsa indonesia yang ingin maju. Tidak merasa minder dan rendah diri bila dikritik, kalau ada tulisan yang di kritik itu artinya sudah berbuat. Apa yang mau dikritik kalau tidak ada tulisan.

Saudaraku, bagaimanakah etika, kaidah, dan prinsip berkomunikasi dalam Islam ? Di dalam ayat al-Qur’an, dinyatakan bahwa komunikasi merupakan salah satu fitrah manusia. Namun, al-Qur’an tidak memberikan uraian secara spesifik tentang komunikasi.

Menurut Mashud Sasaki “Upaya Rekonstruksi Prinsip-Prinsip Komunikasi Efektif dalam Al-Qur’an”. Meskipun al-Qur’an secara spesifik tidak membicarakan masalah komunikasi, namun ada banyak ayat yang memberikan gambaran umum prinsip-prinsip komunikasi. Beberapa kata dalam al-Qur’an yang diasumsikan sebagai penjelasan dari komunikasi tersebut, yaitu bayan (Q.S. al-Rahman: 1-4), dan al-qaul, seperti qaulan sadīdan (Q.S. al-Nisā’/4: 9, 33, 70), qaulan bālighan (Q.S. 4: 63), qaulan mansyūran (Q.S. al-Isrā’/17: 28), qaulan layyinan (Q.S. Tāha/20: 44), qaulan karīman (Q.S. al-Isrā’/17: 23) dan qaulan ma’rūfan (Q.S. al-Nisā’/4: 5).

Saudaraku, menerima informasi dari komunikator maka lihatlah ucapannya jangan lihat orangnya. Disandarkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, bahwa beliau berkata :
قال منتنظرولاقالماأنظر
Artinya: “Lihatlah apa yang dikatakan jangan melihat siapa yang mengatakan”.

Senada dengan ucapan di atas, Syaikh Muhammad Amin asy-Syinqithi rahimahullahu juga mengatakan:
القائل إلى تنظر ولا القول إلى أنظر
Artinya: “Perhatikanlah ucapannya jangan memperhatikan yang mengucapkan”.

Apakah ucapan di atas mutlak benar?
Ini hanya khusus berlaku bagi orang yang mengetahui kebenaran dan kebaikan. Karena itu yang jadi parameter dan standar adalah mengetahui dan mengenal al-Haq!!!

Koridor yang tepat dalam hal ini adalah sebagaimana yang diucapkan oleh Ubay bin Ka’ab : Terimalah kebenaran yang datang padamu walaupun berasal dari orang jauh yang kau benci, dan tolaklah kebatilan yang sampai padamu walaupun berasal dari orang dekat yang kau cintai.

Maka dari itu, kaidah yang tepat dalam hal ini adalah wajib menerima kebenaran darimanapun datangnya, namun tetap wajib selektif dalam mencari kebenaran. Sebagaimana perkataan Imam Malik :
النبي قول إلا ويترك يؤخذ قول كل
Artinya: “Setiap ucapan boleh diterima dan ditolak, kecuali ucapan Nabi”.

Karena itu sebuah informasi bisa diterima meskipun berasal dari musuh yang sangat dibenci. Sebaliknya, jika sampai suatu ucapan yang bathil walaupun berasal dari orang yang dicintai dan dihormati, maka wajib ditolak. Jangan lihat orang yang mengatakan, namun lihatlah apa yang dikatakan. Ini berlaku bagi orang yang telah mengetahui kebenaran itu sendiri. Jika tidak tahu, lantas bagaimana dia bisa menilai ucapan tersebut di atas kebenaran atau tidak. Ucapan ini juga sebagai dorongan bagi kita untuk menjauhi bersikap fanatik terhadap person, individu atau figur tertentu. Karena tidak ada yang ma’shum kecuali hanya Nabi yang mulia SAW.

Saudaraku.l, semangat dibutuhkan dalam menumbuhkan percaya diri. Jangan pernah menyerah mengasah kemampuan berkomunikasi. Tidak ada orang yang langsung pintar, semua melalui proses. Ada panas ada dingin, ada buruk ada baik, ada kasar ada halus, ada gagal ada sukses. Maka Insya Allah orang yang senantiasa mengkomunikasikan kebaikan dengan ikhlas dan niat baik, Allah akan memberikan ganjaran kebaikan yang setimpal.

Wallahu A’lam Bissawab.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *