58 Kasus Positif 73 Sembuh di Sulsel, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp
58 Kasus Positif 73 Sembuh di Sulsel, Ini Penyebabnya

PAREPOS.CO.ID,JAKARTA– Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr Achmad Yurianto mengatakan persentase pasien sembuh lebih banyak dibandingkan pasien meninggal. ”Persentase kesembuhan jauh lebih tinggi dibanding dengan kematian. Kalau kita perhatikan data akumulasi sampai dengan saat ini 35,8% pasien sembuh, sedangkan kematian ada di kisaran 5,67%,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat 12 Juni 2020.

Menurut dr. Achmad persentase tersebut merupakan bukti bahwa sebagain besar provinsi sudah menunjukkan grafik yang menurun. Bahkan beberapa hari terakhir ada provinsi dengan laporan kasus nol atau zero. Hal tersebut disebabkan karena pemeriksaan spesimen lebih masif dan kontak tracing lebih agresif. ”Inilah yang menyebabkan banyak kasus positif dilaporkan dan sembuh dilaporkan,” ucap dr Achmad.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, beberapa provinsi terdapat pasien sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif. Provinsi itu di antaranya Sulawesi Selatan 58 kasus positif 73 sembuh, Jawa Tengah 44 positif 50 sembuh, Sumatera Selatan 33 positif 38 sembuh, Nusa Tenggara Barat 23 positif 72 sembuh, Jawa Barat 19 positif 41 sembuh, Sumatera Barat 10 positif 15 sembuh, Kalimantan Timur 8 positif 11 sembuh.

Secara akumulasi per hari ini, pasien sembuh bertambah 577 total 13.213, pasien meninggal bertambah 48 total 2.048, dan pasien positif bertambah 1.111 total 36.406. Penambahan kasus pasien positif terbanyak terjadi di Jawa Timur 318 positif, DKI Jakarta 93 positif, Sumatera Utara 88 positif, Sulawesi Selatan 65 positif, Kaliman Selatan 60 positif. ”Ada 14 provinsi dengan kenaikan kasus di bawah 10, dan ada 6 provinsi melaporkan tidak ada kenaikan kasus,” ujarnya.

Spesimen yang telah diperiksa sebanyak 15.333 total 478.953 spesimen. dr. Achmad mengatakan tiap daerah memiliki ancaman epidemiologi berbeda karena berbeda secara geografis. Yang terpenting, menurutnya adalah bagaimana semua sektor menangani daerah dengan ancaman pandemi yang tinggi. ”Kami akan terus menangani ancaman ini di beberap daerah yang sama seperti DKI Jakarta, di antaranya Surabaya, Makassar, dan seterusnya,” ujarnya.(*/ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *