38 Desa Tersentuh Program ‘Marasa’ di Polman

  • Whatsapp
38 Desa Tersentuh Program 'Marasa' di Polman

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) menggelontorkan anggaran puluhan miliar ke pemerintah desa yang tersebar di enam kabupaten. Anggaran tersebut dalam upaya mendukung program Masyarakat Maju Sejahtera (Marasa).

Dalam juknis pelaksanaan dana  program Marasa diperuntukkan bagi recofusing belanja yang dialokasikan 30 persen untuk penanganan Covid-19 bagi warga yang terdampak Covid-19. Jumlahnya sekitar Rp60 juta untuk pengadaan sembako padat karya bagi warga terdampak ditiap desa.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa( DPMD) Provinsi Sulbar, Muh Jaun mengungkapkan, Program Marasa bersumber dari APBD Provinsi Sulbar. Tersalurkan dibeberapa desa ditiap kabupaten dengan rincian tiap desa diberikan Rp200 juta dengan alokasi 30 persen untuk pengadaan sembako yang dibagi ke ibu rumah tangga (IRT) yang terdampak Covid-19. ” Di Kabupaten Polman itu disalurkan ke 38 desa, Mamasa 58 desa, Mamuju Tengah 19 desa, Pasangkayu 18 desa dan Mamuju 18 desa,”jelasnya, Selasa 16 Juni 2020.

Jaun mengakui, dana Program Marasa ini diberikan ke desa dan sudah masuk tahun kedua dan tidak semua desa bisa merasakan nya. Alasannya tiap desa yang terima program indikatornya desa yang lokusnya sudah jelas. “Program Marasa sudah tidak bisa dirubah lagi sebab sudah menjadi ketentuan di Provinsi Sulbar, dan sangat jelas indikator yang menerima saat launching di sosialisasikan,”katanya.

Jika dalam perjalanannya, kata Jaun, terjadi gejolak atau riak di desa sebab hanya beberapa yang menerima, maka itu akan dicarikan alternatif lain sebab provinsi masih ada program rekofusing lain yang anggarannya juga ada.

Mengenai dana program Marasa yang tidak menyeluruh diterima desa, karena keputusan penerima telah jauh hariq sebelumnya sudah ditetapkan. Sebelum ada pandemi wabah virus korona, desa yang menerima dana program Marasa itu sudah ditetapkan sesuai dengan keputusan gubernur. “Kami pastikan tidak akan ada gejolak bagi desa yang tidak menerima karena rujukannya juga jelas dari Kemendes PTT yakni Indeks Desa Membangun (IDM) dan juga desa yang tertinggal dan desa yang tergolong masih tinggi kasus stungtingya serta kondisi lokus desanya,”ujar Jaun.

Terpisah, Kepala Dinas DPMD Polman, Azwar Jasin Sauru mengaku, untuk desa penerima program.Marasa sebanyak 38 desa. ” Program Marasa tersebar di 13 kecamatan, sedangkan jumlah desa itu mencapai 144 desa, jadi kalau dihitung masih banyak desa yang belum kena. Namun dia pun berharap Program Marasa ini bisa berjalan sesuai peruntukannya dan juga bisa tepat sasaran,”ujar Azwar.(win)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *