Ekonomi

Sesuai Kesepakatan, PT Borwita Citra Prima Bayarkan THR Karyawan Bertahap

Rapat terkait pembayaran THR karyawan PT Borwita beberapa hari yang lalu.

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020. Perusahaan yang diperbolehkan menunda atau secara bertahap membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan adalah yang sebelumnya melakukan pembicaraan atau dialog antara pengusaha dan pekerja. Kebijakan tersebut diambil untuk menyesuaikan kondisi pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jamsostek Disnaker Kota Parepare, Tajuddin mengatakan, pada tanggal 12 Mei lalu, Disnaker Kota Parepare, mendapatkan surat perihal pelaksanaan pembayaran THR secara 2 tahap dari PT. Borwita Citra Prima Cabang Parepare yang beralamat di Jalan HM Arsyad No.88, Kecamatan Soreang, Kota Parepare. “Terkait surat dari PT Borwita Citra Prima tersebut, sekedar melaporkan ke pemerintah melalui Disnaker Kota Parepare. Sebenarnya pemerintah tidak ada toleransi seperti itu, akan tetapi karena adanya Covid-19 yang membuat sektor ekonomi menurun drastis,  makanya ada kebijakan dan bisa dimaklumi,” jelasnya kepada Parepos.co.id.

Sementara itu, klarifikasi dari PT Borwita Citra Prima Cabang Parepare membenarkan hal tersebut. HRD PT Borwita Citra Prima Area Parepare, Mamuju, dan Bone, Isma Lestari mengatakan, pihaknya memang melayangkan surat kepada Pemerintah melalui Disnaker agar permintaan tersebut bisa dimaklumi.  “Kami sudah koordinasi dengan karyawan. Pembayaran THR karyawan, akan di bayarkan dengan dua tahap yaitu pembayaran sebesar 50 persen sudah dibayarkan pada tanggal 15 Mei 2020 secara transfer ke rekening karyawan dan dana untuk sisa pembayaran 50 persen dibayarkan pada 15 Desember 2020 dengan cara ditransfer ke rekening karyawan,” ujarnya.

Isma Lestari menambahkan, PT Borwita Citra Prima merupakan perusahaan bergerak di bidang distributor, dengan jumlah karyawan untuk Cabang Parepare kurang lebih 90 karyawan. Terkait permintaan pmembayaran THR karyawan dengan 2 tahap, diambil perusahaan karena sebagai distributor, beberapa toko mitra melakukan pembelian barang secara kredit. “Banyak toko yang tutup akibat dampak Covid-19 yang mengakibatkan perputaran cash flow di perusahaan kurang lancar. Hal ini tentunya berimbas pada pembayaran THR karyawan,” pungkasnya. (dar)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top