Sulawesi Barat

Padi Terendam Banjir, Petani Rugi Ratusan Juta di Matakali

PAREPOS.CO.ID,POLMAN — Intensitas curah hujan yang cukup tinggi di Kabupaten Polman beberapa hari terakhir, ini membuat areal persawahan milik petani yang berada di dua wilayah di Kecamatan Matakali merugi. Pasalnya, tanaman padi yang baru berumur seminggu lebih mati karena terendam banjir yang melanda wilayah tersebut.

Ketua Kelompok Tani Cinta Damai, Dusun Labasang, Tamrin Sagoni mengatakan, tanaman padi petani disekitar sini banyak yang mati karena terendam banjir. Tanaman padi yang ditanam ini umurnya baru sekira 7 hari, banjir yang merendam sawah milik petani ini akibat dari pada meluapnya Sungai Labasang dan Sungai Matakali karena adanya pendangkalan dimuara Sungai Matakali.

Akibatnya air yang mengalir dari hulu sana tidak lancar dan tersendak akibat banyaknya material pasir yang naik yang membuat muara sungai dangkal. “Dangkal dimuara Sungai Matakali, sehingga air yang mengalir tidak normal karena menyempit muaranya berakibat dari pendangkalan muara sungai. “Harusnya kalau mau air mengalir deras dan normal, disana harus dilakukan pengerukan dan normalisasi sungai. Kalau tidak dilakukan seperti itu, maka banjir akan tetap menggenangi sawah petani disekitar sini,”ujar Tamrin Sagoni, Jumat 29 Mei 2020.

Tamrin mengakui, ini saja baru berapa hari hujan sawah sudah terendam banjir kalau seperti ini kasian kami petani yang selalu merugi ketika musim hujan dan tiba musim tanam, baru tidak main-main kerugiannya sampai ratusan juta rupiah. Sawah yang dilalui Sungai Matakali itu adalah miliknya dan warga disekitarnya yang berada di Dusun Labasang, Desa Tonro Lima,dimana luasnya kurang lebih 20 hektare. “Tanaman Padinya mati terendam banjir. Belum lagi di Dusun Sederhana, Kelurahan Matakali yang juga kurang lebih luasnya pun bernasib sama mati dan merugi,”jelasnya.(win)

Loading...
Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TRENDING

To Top