Ajatappareng

Puluhan Warga Binaan Rutan Barru Dibebaskan, Ini Penyebabnya

PAREPOS.CO.ID. BARRU — Sebanyak puluhan narapidana (Napi) yang menjadi warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Barru, Rabu 1 April, menghirup udara kebebasan. Hak bebas tersebut melalui program pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19 sebagaimana tertuang dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

Kepala Rutan Kelas II B Barru, Alwi yang dikonfirmasin Parepos Online, Kamis, 2 April menyebutkan, ada sebanyak 25 warga binaan yang dikeluarkan untuk menjalani asimilasi rumah sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. “Mereka dibebaskan sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke 25 orang yang sudah memenuhi syarat yaitu telah menjalani 1/2 masa pidana yang 2/3 nya sampai pada 31 Desember 2020. Jadi mereka yang memenuhi syarat administratif dan subtantif sudah bisa keluar untuk asimilasi rumah. “Dari 25 orang itu terbanyak dari kasus narkoba. Bukan sebenarnya dibebaskan tapi diasimilasi, “ungkapnya.

Kendati demikian, warga binaan yang menjalani asimilasi di rumah akan diawasi secara langsung oleh Petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas). Ia berharap selama menjalani proses asimilasi rumah untuk tetap berkelakuan baik dan tidak melakukan tindak kejahatan.

“Selama mereka di rumah, petugas Bapas akan hadir untuk membimbing dan mengawasi secara langsung. Sehingga proses integrasinya tetap berjalan dan setelah SK terbit nanti akan dipanggil menghadap ke kantor untuk dinyatakan bebas bersyarat,” tuturnya. (mad)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top