FPU Berharap Surat Edaran Pemkot Parepare Direvisi, Ini Alasannya

  • Whatsapp
FPU Berharap Surat Edaran Pemkot Parepare Direvisi, Ini Alasannya

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE – Rapat dengar pendapat dilakukan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare dengan Forum Peduli Umat (FPU) dan sejumlah jemaah tablig, kemarin. Pada hearing itu, FPU meminta agar Surat Edaran Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare direvisi.

SE Pemkot tersebut yakni poin 1 disebutkan, pelaksanaan Salat Jumat ditiadakan sementara. Diganti Salat Dhuhur di rumah masing-masing. Selanjutnya pada poin 4 dikatakan untuk menghentikan sementara kegiatan jemaah tablig yang ingin melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid).

Bacaan Lainnya

Koordinator Aksi FPU Parepare, HA Rahman Saleh mengatakan, imbauan tersebut keliru. Sebab, hanya ditujukan untuk kegiatan keagamaan. “Kami minta agar direvisi. Karena kegiatan jemaah tablig bukan media penyebaran Covid-19,” kata Rahman Saleh. Dikatakan, tempat-tempat keramaian seperti pelabuhan dan pasar masih beroperasi. Sehingga, kata dia, tidak adil apabila hanya masjid yang ditutup. “Kalau memang mau ditutup, yah harus semuanya. Karena pasar dan pelabuhan itu juga berpotensi menjadi pusat penyebaran Covid-19 ini,” katanya.

Apalagi, tambahnya, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) masih mewajibkan Salat Jumat di masjid apabila wilayah tersebut masih belum ada pasien positif Covid-19. “Kami cukup resah karena tiga pekan lalu banyak masjid yang tidak melakukan Salat Jumat. Kami harap Jumat selanjutnya bisa direvisi agar ada ketenteraman di masyarakat,” harapnya.

Ketua Komisi III DPRD Parepare, Rudy Najamuddin merespon usulan itu. Legislator PPP itu mengaku akan meminta agar surat edaran itu direvisi. “Menurut pemerintah provinsi, kita masih zona kuning. Jadi, kita harap agar pemerintah merevisi surat edaran ini. Terutama poin 1 dan 4,” kata Rudy. Rudy menegaskan, imbauan pemerintah itu harusnya ditujukan untuk orang sakit. “Mestinya diimbau kalau ada jemaah yang agak batuk dan demam, sebaiknya salat di rumah dulu,” katanya. Sementara itu, Perwakilan jemaah tablig, Usmin mengatakan, saat ini dirinya dihantui rasa was-was. “Ada rasa khawatir. Jangan sampai di masjid kami dibawakan petugas,” tandas Usmin.(tim)