Tangani Banjir di RW VII dan VIII, PUPR Parepare Anggarkan Rp 3,7 M

  • Whatsapp
Tangani Banjir di RW VII dan VIII, PUPR Parepare Anggarkan Rp 3,7 M

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Warga yang bermukim di Lorong Jalan Abdul Jalil, RT 1 RW VII, Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare masih tergenang air, disebabkan hujan deras yang mengguyur selama dua hari. Meski sudah tidak lagi hujan, air terlihat belum surut hingga siang kemarin. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Nampak, di pekarangan rumah warga seperti danau.

Akibatnya, aktifitas warga terganggu. Bahkan, warga harus kehilangan beberapa hewan ternak. Fatimah warga setempat mengeluhkan setiap hujan, tempat tinggalnya selalu banjir. Bahkan, bersama keluarganya masih dilanda ketakutan apabila hujan terjadi. “Saya harus menyangga motor pakai meja dan kursi untuk menghindari genangan air terlalu tinggi,”katanya.

Bacaan Lainnya

Bukan hanya itu, dampak air tergenang mengakibatkan sumur menjadi keruh seperti comberan. Bahkan, sampah terlihat menumpuk di pekarangan rumah. “Kami dan beberapa warga juga harus menderita penyakit gatal-gatal,”ujarnya. Terpisah, Ketua RT II RW VII, Andi Rohandi menyebutkan, daerah tersebut memang menjadi langganan banjir sejak awal musim hujan. “Daerah lain sudah surut, tetapi kami masih terendam dan ini terlama,” ungkapnya.

Andi Rohandi mengharapkan ada solusi terbaik dalam mengatasi banjir di wilayahnya. “Semoga pemerintah lebih sigap mengatasi kondisi yang dialami warganya,”singkatnya. Kepala Seksi Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Suhandi menjelaskan, pihaknya sudah tiga kali meninjau lokasi tersebut. Menurutnya, akar permasalahan karena saluran air dengan lebar 2,5 meter di kaki gunung jebol. Sehingga, air meluber ke pemukiman warga. “Jadi di Lorong Abdul Jalil itu hanya dampak. Itu akumulasi air kiriman dengan jumlah debit air yang besar,” kata Suhandi.

Diperparah dengan kondisi drainase yang lebih tinggi dari jalanan yang berada di Jalan Poros Lumpue. Selain itu, Suhandi menyebutkan, sebanyak 25 hektar pemukiman warga terdampak. Termasuk, areal persawahan. “Kami upayakan memperbaiki saluran air yang jebol tersebut,” tegasnya. Suhandi menyebutkan, upaya pemerintah dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp3,7 miliar untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut, khususnya RW VII dan RW VIII. “Anggaran Rp 3,7 miliar Itu sudah ada dalam anggaran PUPR,” terangnya.(ami)