Hukum dan Kriminal

Parepare Zona Merah Korona, Sidang Kasus Narkoba Digelar Secara Online

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Parepare kini ditetapkan menjadi zona merah penyebaran virus korona. Hal tersebut berdampak pada proses persidangan kasus narkoba yang digelar di tiga lokasi berbeda. Hakim, kuasa hukum, terdakwa, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak lagi bertatap muka langsung sebagai upaya pencegahan penyebaran korona atau Covid-19. Persidangan secara online yang dipusatkan di Kantor Pengadilan Negeri Parepare yang  dipimpin Ketua Majelis Hakim Samsidar Nawawi didampingi dua anggota majelis hakim, Krisfian Fatahila dan Bonita Pratiwi Putri.

Sementara, JPU, Syahrul juga membacakan tuntutannya secara online di ruang kantor kejaksaan. Terdakwa dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Sedangkan Terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Samiruddin juga live di kantor Lapas Kelas II Parepare untuk mendegar tuntutan jaksa yang dibacakan.

Samsidar Nawawi mengatakan, sidang online dilakukan baru pertama kalinya sejak Parepare menjadi zona merah penyebaran covid-19.
“Jarak sosial Ini dilakukan untuk menjaga dan meminimalisir penyebaran virus Corona. Nanti kalau keadaan sudah normal baru kita kembali sidang seperti biasanya,” kata Samsidar, kemarin.

Ketua Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Parepare, Advokat Muh H Y Rendy menjelaskan, langkah tersebut dilakukan oleh pihak pengadilan bersama kejaksaan, lapas dan penasehat hukum terdakwa sangat positif.  “Ini demi mengantisipasi penyebaran virus Corona,” kata Rendy. Senada diungkapkan, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum), Mustarso. Menurutnya, persidangan online ini terkesan baru.
“Ini tidak repot karena terdakwa tidak dijemput lagi. Cukup di Lapas saja didampingi penasehat hukumnya secara live untuk mendegar dan menjawab seperti sidang biasanya,” kata Mustarso. Selanjutnya, persidangan kasus narkoba itu akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan Pledoi (Pembelaan) dari kuasa hukum terdakwa, Selasa 31 Maret mendatang.(tim)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top