Ekonomi

Omset Perhotelan Anjlok Akibat Virus Korona

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hasan Basri

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Sejumlah Hotel di Kota Parepare mengalami kepanikan. Bukit Kenari salah satu Hotel yang yang omsetnya jadi anjlok imbas wabah virus Covid-19. Hal ini diungkapkan Marketing Hotel, Fitriani Latanro saat ditemui,beberapa waktu lalu. Ia mengaku, bulan ini menjadi puncak dari merosotnya pemasukan Hotel. Adanya Surat Edaran Pemerintah yang mengimbau masyarakat Kota Parepare agar menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang sebagai upaya pemutusan mata rantai virus korona hingga satu atau dua bulan kedepan.

Hal itu sangat mempengaruhi pemasukan Hotel. Baik penyewaan Kamar, Restoran, cafe, terutama dalam penyewaan Gedung. “Malam minggu kemarin ada 8 kamar yang disewakan, kemarin malam bahkan cuma dua kamar saja. Sebelumnya masih ramai, para turis pun masih sering nginap, tapi saat ini sudah tidak ada lagi. Sementara cafe kita biasanya buka sore hari, sedangkan menurut imbauan pemerintah, cafe/warkop sudah harus tutup jam 5 sore,” ujarnya.

Selain itu, kata Fitriani, penyewaan gedung pihaknya tidak melayani. Bulan lalu banyak bookingan gedung, baik untuk kegiatan-kegiatan tertentu maupun untuk acara pengantin. Setelah adanya imbauan ini, pihak penyewa gedung pun otomatis membatalkan/menunda acaranya tersebut. Bahkan ada rencana dari rombongan mahasiswa yang hendak study bunding yang juga dicancel. Sementara bulan depan ada pembokingan untuk 4 acara pengantin. “Terakhir pertengahan bulan lalu kita masih menyewakan gedung, setelahnya tida lagi. Jadi untuk penyewaan bulan depan jika belum ada telpon untuk pembatalan penyewaan gedung,l dalam waktu dua hari kemudian, maka pihak kami yang menghubungi mereka untuk menunda kegiatan tersebut. Karena jika kegiatan tetap dilaksanakan di gedung Kenari, pihak kami akan mendapat teguran nantinya, ” tegasnya.

Tidak hanya itu, Fitri sapaan fitiriani Latanro menambahkan, dampak lnternal yang ditimbulkan daripada Covid-19 ini yaitu biaya operasional yang membengkak, penggajian karyawan, dan lain-lain. “Bulan depan kita akan mengadakan rapat untuk karyawan Hotel, terkait penggajian karyawan Hotel, tetapi tidak untuk PHK. Kami tidak akan melakukan itu. Bahkan biaya Listrik sudah dua bulan ini belum kita selesaikan. Dan pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun ingin melakukan pemutusan listrik,” pungkas fitri.

Sementara itu, Asisten Manajer Hotel kenari sekaligus Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hasan Basri menjelaskan terkait rencana pemutusan arus listrik dari pihak PLN, setelah melaporkan hal tersebut pada DPRD Kota Parepare, Selasa siang. “Keputusan pihak PLN adalah hanya mmberikan kelonggaran pelunasan tagihan smpai akhir bulan saja. Kami sdh memberikan pemahaman bagaimana dampak virus korona ini yang sangat luar biasa bagi pelaku usaha perhotelan. Kami sudah meminta agar bisa diberikan pembebasan tagihan listrik untuk beberapa bulan ke depan,” jelas Hasan. (mg4)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top