Jelang Pilkada Maros, Buru Penerbitan e-KTP, Disdukcapil: Tak Ada Suket

  • Whatsapp
Jelang Pilkada Maros, Buru Penerbitan e-KTP, Disdukcapil: Tak Ada Suket

PAREPOS.CO.ID, MAROS – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pemerintah Daerah (Pemda) Maros akan terus menambah stok blanko untuk penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP) dalam mempersiapkan penyelenggaran Pemihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros pada tahin 2020.

Disdukcapil Maros sendiri akan terus mengupayakan stok blanko KTP el di Kabupaten Maros akan terus tersedia untuk mendukung Kemendagri semaksimal mungkin mulai menghilangkan suket untuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Disdukcapil Maros, Eldrin Saleh, mengungkapkan jika pihaknya sendiri dalam dua minggu terakhir baru menggunakan sebanyak 3000an blanko dan sudah menghilangkan penggunaan surat keterangan (Suket). “Untuk sementara ini kita masih mempunyai 4000an stok blanko eKTP yang sebelumnya kita ambil sebanyak 7000 blanko,” ujarnya kepada Parepos Online, Senin, 2 Maret 2019.

Ia melanjutkan, dimana pihaknya masih memaksimalkan penggunaan blanko yang masih ada sebelum kembali menjemput blanko eKTP yang memang harus di ambil di Jakarta. “Kita sudah mengajukan lagi ke Dirjen untuk mengambil lagi blanko eKTP untuk sebanyak 15.000 lembar, tapi masih menunggu arahan pak Kadis, jadi kami maksimalkan dulu blanko yang ada,” beber Eldrin.

Eldrin menambahkan, pihaknya sementara mengejar ketinggalan dalam memproses data penduduk yang sempat tertinggal akibat server sistem aplikasi Surat Keterangan (Suket) yang menyebabkan server penggandeng proses Perekaman dan KTPel harus di kosongkan kembali. “Jadi memang sebelumnya salah satu server kami yang mengelola tiga sistem aplikasi KTPel, Perekaman dan Suket mengalami masalah, makanya kita buru ketinggalan itu, bahkan hari sabtupun kita terus memproses data penduduk yang telah masuk,” ungkapnya.

“Sekarang, kita sudah bisa memproses kembali, namun masih membutuhkan dua hari untuk penyelesaian, jadi ketika sudah normal, mungkin dalam sehari proses penerbitan KTPel sudah bisa diambil pemegangnya,” tambahnya.(tip)