Sulawesi Barat

58 Warga Pasangkayu ODP Covid-19, Ini Penjelasannya

PAREPOS.CO.ID, PASANGKAYU– Dari 65 warga masyarakat Pasangkayu yang masuk daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19. Sebanyak 7 orang dinyatakan telah keluar dari daftar ODP. Hal itu diungkapkan, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasangkayu, dr Firman dalam jumpa pers yang dihadiri Asisten I Pemkab Pasangkayu, H Abd Wahid didampingi Kadis Kesehatan H Samhari dan Kepala BPBD Mulyadi Halim, Kamis 26 Maret, di Kantor Bupati Pasangkayu terkait perkembangan Covid-19.

dr Firman yang juga merupakan Sekda Pasangkayu menjelaskan, sampai saat ini total daftar ODP sebanyak 58 orang. Jumlah tersebut cukup besar, rata-rata yang masuk daftar ODP adalah warga yang telah bepergian ke Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Firman juga menjelaskan, perkembangan satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sebelumnya dirujuk ke Rumah Sakit Undata, Palu kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Selama PDP tersebut menjalani perawatan di rumah sakit, semua biaya ditanggung oleh Pemkab Pasangkayu. Warga tersebut diketahui bernama Sartika yang tinggal
di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu. “Selama menjalani masa isolasi mandiri, Tim Gugus Tugas juga menyediakan logistik bagi yang bersangkutan,”ungkapnya.

Mengenai perkembangan upaya pencegahan Covid-19 di Kabupaten Pasangkayu, saat ini pekerjaan ruang isolasi di RSUD Pasangkayu masih terus dilaksanakan. Pekerjaan ruang isolasi tersebut ditarget selesai dan langsung dapat difungsikan pada pekan ini.

Firman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah agar tidak gegabah dalam melakukan tindakan yang kemudian bisa membahayakan semua orang. Beberapa langkah pencegahan yang mesti dilakukan yakni melakukan social distancing, menghindari kerumunan dan sering mencuci tangan menggunakan sabun.

Terhadap PDP dan ODP yang tidak terlalu mengkhawatirkan kondisinya diupayakan hanya dilakukan isolasi mandiri, kecuali bagi yang kondisinya sangat mengkwatirkan. Maka akan diisolasi di RSUD Pasangkayu. “Kami memohon maaf kepada masyarakat atas sejumlah langkah tegas yang diambil oleh Pemda, karena hal ini demi keselamatan kita semua. Pemda Pasangkayu telah meminta kepada Polri diback up TNI untuk melakukan tindakan tegas bagi masyarakat yang masih melakukan kegiatan atau berkerumun dengan massa banyak,”tegasnya.

Ditambahkannya, hal tersebut dilakukan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Selain itu, bagi ODP yang tidak mematuhi arahan-arahan dari Pemda juga akan ditindak.(bur)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top