Hukum dan Kriminal

Waspada! Bandar Jadikan Parepare ‘Pasar’ Sabu

Wakapolres Parepare, Kompol H Sudarno didampingi Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Suardi terkait pengungkapan narkoba

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE — Masyarakat, jaksa, polisi, dan TNI harus bergandengan tangan berantas peredaran narkoba di wilayah masing-masing. Akhir-akhir ini, geliat bisnis haram sabu kian menggeliat. Terbaru polisi berhasil mengungkap komplotan penjual narkoba di Kota Parepare.
Kelima pengedar narkoba asal Kota Parepare ditangkap di dua tempat berbeda, yakni, Edi (45) warga Kelurahan Tiro sompe, Hendrik (24) Kelurahan Lakessi, Ujang (38) Kelurahan Lakessi, Helmi (41), dan Fahruddin (34) Kelurahan Lakessi Kecamatan Soreang Kota Parepare. “Tim mendapatkan laporan dari masyarakat, kemudian dikembangkan, dan dua hari berturut-turut yakni 3 Februari, dan 4 Februari 2020, tim berhasil mengamankan lima pelaku. Barang bukti 46 saset berisikan sabu, dengan 24,6 gram, uang tunai Rp2 juta, dan handphone,” kata Wakapolres Parepare, Kompol H Sudarno, kemarin.

Menurutnya, lima pelaku ini ditangkap di Jalan Pelita Utara, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang, dalam operasi selama dua hari yakni pada 3 Februari, dan 4 Februari 2020. Mereka yang diamankan, kata dia, pengedar. Di tangannya diamankan barang bukti 46 saset siap edar. Saat diperiksa, pebisnis barang haram itu, mengaku mendapatkan barang dari Kabupaten Sidrap. Saat ini, kata dia, para bandar narkoba di Sidrap, disinyalir menjadi Kota Parepare sebagai pasar menjual narkoba. Setiap ada pengedar ditangkap, kata dia, mereka mengaku, barang haram tersebut berasal dari Kabupaten Sidrap.

Kasat Narkoba Polres Parepare, AKP Suardi, membeberkan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Sidrap, khususnya Sat Narkoba, bagaimana caranya menutup cela peredaran barang haram tersebut masuk di Kota Parepare.”Setelah pengedar ini ditangkap, kami melakukan pemetaan, menunjukkan beberapa pengedar di Parepare, mendapat pasokan barang haram dari Sidrap.  “Kami terus melakukan pengembangan sambil berkoordinasi dengan Polres Sidrap untuk mengamati gerak gerik bandar ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Kapolres Parepare, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budi Susanto, mengatakan, hasil pengembangan kasus itu, pemasok atau bandar dari barang haram itu, berasal dari Kabupaten Sidrap. Saat ini, polisi melakukan pengembangan, bekerjasama Polres Sidrap untuk memburu jaringannya. “Teman-teman bisa melihat barang bukti yang kami dapatkan, meski sedikit paling tidak ini membuktikan bahwa Kota Parepare masyarakatnya masih ada yang mengonsumsi dan mengedarkan barang haram ini,” katanya.

Loading...

Polres Enrekang

Satuan Res Narkoba Polres Enrekang juga meringkus seorang pria di depan Mako Polres Enrekang, Kamis, 6 Februari di depan Mapolres Enrekang. Penangkapan ini dipimpin Kasat Res Narkoba Polres Enrekang AKP Ridwan dan dibantu Satuan Sabhara dan Satuan Lantas Polres.
Saat pelaku melintas, polisi melakukan pengadangan. Kemudian dilakukan penangkapan, seorang pria berinisial RM (50) beralamat di Jalan Tritura Nomor 71 Kelurahan Kamali Pentalluan, Kecamatan Makale, Tana toraja.

AKP Ridwan mengatakan, saat penggeledahan terduga berupaya mengelabui petugas dan membuang barang bukti, namun seketika itu pula petugas melihat terduga dan tidak bisa mengelak. “Di tangan terduga kami dapati barang bukti narkotika golongan satu jenis sabu yang dikemasan plastik warna bening. Pengakuan terduga barang haram tersebut didapat dari Kabupaten Sidrap, awalnya terduga sudah memakai sebahagian barang haram tersebut dan sisanya dibawa pulang untuk dikonsumsi sendiri,” katanya.

Polres Barru

Di Barru, polisi tangkap dua pengguna sabu-sabu. Keduanya ditangkap di dua tempat berbeda.Kasubag Humas Polres Barru, AKP Sainuddin, mengungkapkan, kasus ini terungkap berdasarkan laporan masyarakat. Kemudian Tim Satnarkoba melakukan pengejaran.
Lelaki Wy yang diamankan lebih dahulu, di sekitar jalan Andi Iskandar Unru. Di tangan lelaki Wy diamankan satu saset sabu-sabu. Hasil interogasi terhadap Wy kemudian diamankan lagi satu pelaku AD. “Keduanya sudah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan,” ujarnya.
Sabu Pinrang

Polres Pinrang

Sementara itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Pinrang, masih mencari jaringan narkoba 1,3 kilogram (kg) yang diungkap Polres Pinrang, beberapa waktu lalu.  Kasat Narkoba Polres Pinrang Inspektur Satu (IPTU) Yudit Dwi Prasetyo, mengatakan, polisi mengembangkan kasus tersebut. Ia masih berusaha bongkar jaringan narkoba Kalimatan di wilayahnya.  Mereka ditangkap di Kecamatan Duampanua, Senin 20 Januari. Ketiga pengedar itu, yakni RN (39), AR (40), dan AW (37) berprofesi sebagai petani.  Selama ini, ketiganya berperan sebagai pengedar kelas tengah yang beroperasi di Pinrang. Saat ini, polisi masih mendalami keterlibatan oknum lain atau pemasok sabu tersebut. Barang haram itu, kata dia, diduga berasal dari negeri jiran Malaysia. Kemudian, masuk lewat Tarakan kemudian dan diedarkan di Kabupaten Pinrang. (*)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top