Ajatappareng

Siang Ini, BPCB Teliti Benda Diduga Artefak Kuno di Pinrang

PAREPOS.CO.ID,  PINRANG — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan, sia ini rencananya akan meneliti benda yang diduga artefak kuno yang ditemukan warga di Jalan Melati, Kecamatan Watang Sawittto, Kabupaten Pinrang.  “Tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan akan meneliti patung manusia tersebut. Besok (hari ini) mereka akan lokasi atau tempat penemuan,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pinrang H Muh Alimin, kemarin.

Selain itu, kata dia, tim juga akan meneliti konstruk tanah di lokasi ditemukannya benda asing itu. Jika memungkinkan, kata dia, maka akan dilakukan penggalian di area sekitar lokasi penemuan. “Barangkali masih ada benda serupa yang ditemukan di sekitarnya,” kata Alimin. Patung manusia tersebut ditemukan Syahdan (26), pekerja bangunan, saat menggali pondasi rumah milik warga bernama Sakka. Patung itu beratnya ditaksir sekitar 200 kilogram (kg), panjang 120 centimeter (cm) dan lebar 50 cm, dan di kedalaman 1 meter.

Penemuan patung batu tersebut, kata dia, tidak jauh dari makam para Raja-raja Sawitto yang berjarak kurang lebih sekitar 100 meter di jalan Melati, Kecematan Wattang Sawitto, Pinrang. Menurut Syahdan, di tempat penemuan patung tersebut, dulu terdapat lorong kecil. Saat patung itu ditemukan terbaring layaknya orang yang dikubur. “Saya heran, kenapa ada patung dulu waktu masih kecil memang ada lorong sempit (kecil) di situ. Saat digali patung itu menghadap seperti orang mati di kubur,” katanya.

Sebelumnya, Pakar Arkeologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr Iwan Sumantri, mengaku, sudah melihat foto patung mirip manusia yang ditemukan di Kabupaten Pinrang. Benda itu, harus dilihat dulu, baru dilakukan perlakuan-perlakuan khusus. Perlakuan khusus itu, kata dia, memastikan apakah benda itu asli atau palsu. “Kita lihat dulu, kita bawa ke lab (laboratorium) untuk dicek secara detail. Tapi secara kasat mata, saya belum pernah lihat benda semacam itu,” ujarnya.

Menurut Iwan Sumantri, saat ini, banyak pemalsuan, pola pemalsuan benda-benda seperti ini, kata dia, benda ditanam, lama-lama, baru dibongkar, terus disebut tua. Lalu ditawarkan dengan harga mahal. “Bentuk patung seperti ini, biasa untuk nisan. Yah, nisan arca. Tapi tidak seperti itu saya lihat (benda ditemukan di Pinrang). Harus dicek dulu, memastikan asli atau palsu,” katanya.  Memastikan patung yang ditemukan asli atau palsu, kata dia, harus diperiksa secara utuh, termasuk lingkungan tempat penemuan, seperti kedalaman, barang-barang itu ditemukan kedalamannya dan historinya apakah tempat itu tanahnya pernah dipotong atau pernah dilanda banjir, dan lain-lain.

Tapi, secara pakem, foto yang saya terima tidak ada pakem ke situ (artefak). Ia mengaku, belum pernah melihak artefak seperti itu. “Saya sudah lihat gambarnya. Saya belum pernah melihat mungkin ada yang begitu,” katanya. Iwan minta, serahkan pada ahli. Ahli akan menilai secara tulus dan akademik, apakah benda itu asli yang dibuat pada zama dahulu. (mnr)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top