RDP Kelangkaan BBM Subsidi di Pasangkayu, Ini Hasilnya

  • Whatsapp
RDP Kelangkaan BBM Subsidi di Pasangkayu, Ini Hasilnya

PAREPOS.CO.ID, PASANGKAYU– Kelangkaan Bahan bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)
dalam beberapa hari terakhir. Menjadi keluhan warga masyarakat di Kabupaten Pasangkayu. Menindaklanjuti aspirasi warga masyarakat, Komisi II DPRD Pasangkayu mengelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang para pemilik SPBU bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyikapi hal itu.

RDP yang dipimpin langsung, Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Muslihat Kamaluddin yang dihadiri anggota dewan lainnya diantaranya, H Syaifuddin A Baso,Herman Yunus, Jurana dan Andi Muh Yusuf. Hadir pula, Kapolres Mamuju Utara, AKBP Leo H Siagian, Kadishub HM Yunus Alsan, Kabid Perizinan Suriani, Kabid Perdagangan Rahadian Subakti, Manager SPBU Bulu Cindolo H Nasruddin Sokong, Manager SPBU Ako Yayu. Nampak pula, Kasdim dan Kasi Intel Kodim 1427 Matra, Kesbangpol, Camat Pasangakyu Habsi, Lurah Pasangkayu Ferdi.

Bacaan Lainnya

Dalam RDP tersebut, Anggota Komisi II DPRD Pasanbgkayu, Herman Yunus berharap tidak ada lagi kejadian dimana mobil emergency seperti ambulance yang tidak dilayani oleh SPBU hanya karena kekosongan BBM. “Kami minta kepada para pemilik SPBU untuk selalu siapkan BBM yang sifatnya emergency,”tegasnya. Bukan hanya itu, lanjut Herman, sesuai kondisi lapangan justru SPBU lebih mementingkan pelayanan-pelayanan jeriken bahkan lebih aktif dan begitu masif dari pada pelayanan kepada masyarakat.

Peruntukan SPBU, kata Herman, adalah pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan situasinya begitu mobil antrian masuk, ada motor dan lain sebagainya pada saat jam 11.30 Wita, tiba-tiba dikatakan premium habis. Dan lucunya, disana ada puluhan mobil pick up yang terisi full jeriken. ” Maka selaku perwakilan rakyat saya mau pertemuan hari ini, melahirkan solusi yang terbaik untuk masyarakat,”tegas Legislator PPP
tersebut.

Kapolres Matra, AKBP Leo H Siagian dalam pertemuan itu menyarankan agar rekomendasi masyarakat untuk mendapatkan BBM, tetap lebih baik dari kepala desa setempat. Karena yang tahu akan kondisi masyarakatnya terkait penggunaan BBM adalah pihak desa. Dan konsekuensinya, jika ada Kepala Desa (Kades) memberikan rekomendasi bukan kepada warganya maka kepolisian memastikan akan menindaknya dengan tegas tanpa pandang bulu. “Ada baiknya kita lakukan evaluasi, jangan investigasi. Anggota kepolisian berpatroli tiap malam di setiap SPBU untuk menghindari keributan. Kami dari Polres meminta ada baiknya kita undang pihak Pertamina,”tegasnya.

Salah sartu pemilik SPBU Bulucindolo, Nasruddin Sokong mengungkapkan sanggahannya terkait adanya mobil emergency yang tidak mendapat BBM. Nasruddin mengakui, itu dikarenakan stok memang habis dan belum adanya pengantaran dari Depot Palu. “Kalau untuk emergency seperti Mobil Ambulance dan Damkar tetap kami siapkan .Dan selama ini kalau ada ambulance masuk tetap didahulukan,”ujarnya.

Sebelum menutup pertemuan itu, Ketua Komisi II DPRD Pasangkayu, Muslihat Kamaluddin mengungkapkan, ada tiga poin rekomendasi yang dihasilkan dalam RDP kali ini yaitu, akan dibentuk tim evaluasi, rekomendasi hanya bisa dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan serta akan dilakukan kunjungan kerja ke Depot Pertamina untuk mempertanyakan kuota BBM SPBU di Kabupaten Pasangkayu.(bur)