Puluhan Santriwati Belajar Media Cetak Lokal di Harian Pare Pos

  • Whatsapp
Puluhan Santriwati Belajar Media Cetak Lokal di Harian Pare Pos

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Sebanyak 84 santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Darud Da’wah Wal-Irsyad (DDI) Ujung Lare, Kota Parepare bertandang ke ruang Redaksi Harian PARE POS. Kedatangan para santriwati tersebut untuk belajar dan pengetahuan tentang jurnalistik dan alur proses pembuatan berita hingga koran sampai ke pembaca.

Rombongan diterima jajaran redaksi di Lantai 3 Kantor Harian PARE POS, Jalan Bau Massepe, kemarin. Terlihat para santriwati begitu antusias bertanya tentang proses pembuatan berita hingga koran dicetak dan didistribusikan ke pembaca. Selain itu, mereka juga melihat langsung penulisan berita yang dilakukan para wartawan, proses editing oleh redaktur serta proses pracetak oleh tim layouter.

Bacaan Lainnya

Pembina OSIS Madrasah Aliyah (MA) Ponpes DDI Lilbanat Parepare, Nurlela Halim mengatakan, kunjungan redaksi tersebut merupakan program rutin bagi santriwati melalui kegiatan pelatihan jurnalistik di pesantren. “Ada sekitar 43 peserta ditambah 41 panitia, termasuk pengurus OSIS serta pembimbing yang hadir di sini,” kata Nurlela, usai kegiatan.

Tujuan kunjungan anak didiknya ke Harian PARE POS yang merupakan satu-satunya media cetak lokal di wilayah Ajatappareng, untuk belajar jurnalistik. “Kita berharap teman-teman bisa mengajarkan para anak-anak kita, terutama proses pembuatan berita yang didapatkan oleh wartawan hingga koran Harian PARE POS diterima pembaca,” ujarnya.

Dia pun berharap, hasil kunjungan ini bisa memberikan pengetahuan bagi santri Ponpes DDI Lilbanat tentang koran atau media cetak. “Semoga anak-anak bisa termotivasi menulis lebih baik lagi atau bisa menjadi hobinya. Ini adalah program tiap tahunan, program pelatihan dasar jurnalistik,” jelasnya.

Ketua OSIS MA Ponpes DDI Lilbanat Parepare, Husnul Mutmainnah mengungkapkan kesannya setelah berkunjung dan belajar di Harian PARE POS. “Saya bersama teman-teman santri bisa membangkitkan semangat jurnalistik, sehingga saya lebih tertarik untuk menjadi seorang jurnalis,” katanya. Husnul juga mengaku, ternyata berprofesi jurnalis itu asyik dan bisa mendapatkan pengalaman banyak. “Menjadi wartawan dapat mengasah ketelitian kita,”ujar santriwati kelas XI Ponpes DDI Lilbanat Parepare ini. (mg4)