Polisi Selidiki Pungli Oknum Bidan di Wajo

  • Whatsapp
Polisi Selidiki Pungli Oknum Bidan di Wajo

PAREPOS.CO.ID,WAJO– Kepolisian Polres Wajo terus menyelidiki kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum bidan di Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) di Desa Lalliseng, Kecamatan Keera. Oknum bidan berinisial FI tersebut menjalankan aksinya terkait pencairan gaji 13 dan 14 tahun 2017 yang baru dibayarkan pada tahun ini.

Guna memuluskan pencairan dana tersebut, sebagian bidan diduga sudah menyetor uang jasa. Tercatat ada sekitar 70 bidan yang dimintai uang jasa. Jumlahnya pun tak kecil mulai Rp1,3 juta per orang, bahkan oknum bidan tersebut memberikan batas waktu penyetoran. Terakhir pada Kamis, 27 Februari, kemarin.

Bacaan Lainnya

Salah seorang bidang berinisial NN yang bertugas di Kecamatan Tempe mengakui hal tersebut. “Iye begitu arahannya. Ada teman sudah pergi setor langsung,”ungkapnya. Uang tersebut dikumpul di salah satu rumah bidan yang berlokasi di Sengkang, dimana FI menunggu. Sementara, oknum bidan FI yang ingin dikonfirmasi tidak berhasil ditemui. Saat dihubungi, nomor handphonenya juga tidak tersambung dan sudah tidak aktif.

Bupati Wajo Amran Mahmud pun mengimbau kepada para bidan penerima pencairan gaji Juni, gaji 13 dan 14 tahun 2017, untuk tidak memenuhi permintaan penyetoran uang tersebut. “Tidak ada istilah pakai pengurus cairkan itu gaji bidan. Memang tahun 2020 baru di bayarkan,”tegasnya.(ima)