Peserta CPNS Dilarang Memakai Perhiasan, Panitia Berlakukan Body Scanning

  • Whatsapp
Peserta CPNS Dilarang Memakai Perhiasan, Panitia Berlakukan Body Scanning

PAREPOS.CO.ID, SIDRAP — Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi tahun 2019 lingkup Pemkab Sidrap dimulai, Senin, 24 Februari 2020.

Ujian yang akan berlangsung hingga 27 Februari 2020 dilaksanakan di lantai III Gedung Timur kantor Bupati Sidrap, Kelurahan Arawa, Kecamatan Maritenggae.

Bacaan Lainnya

Sedianya, tes tersebut akan diikuti 4.623 pelamar CPNS selama empat hari. Untuk pelaksanaannya akan dibagi beberapa sesi setiap hari. Satu sesi ada 250 peserta.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sidrap, Faizal Sehuddin mengatakan, ada 260 unit komputer yang disediakan, itu terdiri 250 yang difungsikan saat ujian, dan 10 lainnya adalah cadangan.

“Untuk hari pertama hingga hari kedua itu, sedikitnya kita bagi dalam 4 sesi. Kemudian hari terakhir kemungkinan 5 sesi,” kata Faizal Sehuddin, Minggu, 23 Februari 2020.

Dijelaskannya, saat mengikuti ujian peserta pria diwajibkan memakai kemeja berwarna putih polos tanpa corak lengan panjang dan berkerah bukan kaos dan tidak transparan.

Kemudian memakai celana panjang formal berwarna hitam polos tanpa corak bukan jeans. Selanjutnya memakai sepatu pantofel tertutup warna gelap bukan sandal.

Sedangkan untuk, peserta perempuan memakai pakaian kemeja berwarna putih polos tanpa corak lengan panjang dan berkerah bukan kaos dan tidak transparan.

Selanjutnya, memakai celana panjang atau rok formal berwarna hitam polos tanpa corak. Memakai jilbab atau kerudung kain polos berwarna hitam dan memakai sepatu pantofel tertutup warna gelap.

Tak hanya itu, peserta juga baik pria maupun wanita dilarang mengenakan perhiasan seperti kalung, gelang, jam tangan, memakai ikat pinggang berbahan logam, anting dan bros.

“Semua dalam bentuk perhiasan itu dilarang digunakan peserta dalam mengikuti ujian SKD CPNS,” kata Faisal.

Disisi lain, kata dia, pada pelaksanaannya nanti peserta hanya diperbolehkan membawa KTP dan kartu ujian.

Faisal menjelaskan, para peserta diwajibkan hadir 60 menit sebelum ujian untuk mengisi daftar hadir, pengecekan SSCN, registrasi kartu ujian, penitipan barang, pemberian PIN serta body scanning.

Peserta selanjutnya diberi waktu 30 menit untuk persiapan dan penjelasan pelaksanaan ujian, selanjutnya mengerjakan soal selama 90 menit. Peserta yang terlambat, tidak diperbolehkan mengikuti tes atau dianggap gugur.

Sekedar diketahui, untuk penerimaan CPNS tahun 2019, Pemkab Sidrap diberikan 121 kuota dari tiga formasi yakni 41 untuk tenaga teknis, 62 pendidikan, dan 18 kesehatan. (ira)