Sulsel

Perkuat Kolaborasi, Kejati dan Kanwil BPN Teken Nota Kesepahaman

Gubernur Sulsel menyaksikan nota kesepahaman yang dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Muhammad Firdaus dan Kepala Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambang Priyono

PAREPOS.CO.ID,MAKASSAR– Kejaksaan Tinggi (Kejati) bersama Badan Pertahanan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis 6 Februari, kemarin menandatangani MoU atau nota kesepahaman. Penandatanganan MoU yang disaksikan Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Muhammad Firdaus dan Kepala Agraria/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Bambang Priyono di Baruga Pattingalloang, Kompleks Gubernuran, Makassar.

MoU atau nota kesepahaman tersebut terkait koordinasi dan kerjasama pelaksanaan tugas dan fungsi dalam rangka penegakan hukum dan pemulihan Aset di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang. MoU itu juga diteken para Kepala Kejari dan Kepala BPN se-Sulsel. Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah mengajak semua komponen aparat mengikuti langkah yang digagas Kejati Sulsel dan Kanwil Badan Pertanahan Sulsel untuk memperkuat kolaborasi.

Loading...

Nurdin Abdullah mengatakan, sejak awal menjabat Gubernur Sulsel membangun sinergitas. “Saya terus mendorong semua pihak untuk memperkuat sinergitas,” jelasnya. Menurut Nurdin Abdullah, kolaborasi kejaksaan dan badan pertanahan ini akan mempercepat proses penyiapan lahan dan tata ruang untuk mendukung program strategis pemerintah. Dijelaskan, tanah selalu menjadi masalah klasik dalam proses pembangunan. “Ini menjadi awal dari percepat proses pembangunan,” katanya.

Nurdin Abdullah mengapresiasi kerja keras Kajati yang sukses mengembalikan aset Sulsel senilai Rp 7.1 triliun. Kajati Sulsel Muhammad Firdaus menjelaskan, kerjasama ini sebagai tindak lanjut di daerah yang sudah dilakukan Kepala Kejaksanaan Agung dan Menteri Agraria di Jakarta.
Muhammad Firdaus berharap, kerjasama ini banyak menyelesaikan kasus tanah yang selalu menjadi kerikil dalam progres pembangunan.(*/ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top