Perawat Ajukan Pindah Tugas ke RS Regional Hasri Ainun Habibie, BKPSDM: Waspada Penipuan

  • Whatsapp
Perawat Ajukan Pindah Tugas ke RS Regional Hasri Ainun Habibie, BKPSDM: Waspada Penipuan

PAREPOS.CO.ID,PAREPARE– Tenaga perawat, baik yang telah bertatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga suka rela pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau telah mengajukan diri untuk pindah tugas dan ditempatkan pada Rumah Sakit Regional Hasri Ainun Habibie Parepare. Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraini Sari mengatakan, pengajuan pindah tugas puluhan tenaga perawat rumah sakit bertipe B tersebut diterima pihak managemen pasca dibukanya pendaftaran dalam interen RSUD Andi Makkasau Parepare. “Ia ada 50 perawat ramai-ramai berkeinginan pindah ke rumah sakit baru dan telah mendaftar. Hal ini, telah kami konsultasikan juga ke walikota dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDM) Parepare,”ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil pihaknya untuk memenuhi kebutuhan awal tenaga perawat pada RS dr Hasri Ainun Habibie yang akan memiliki 1.000 tempat tidur dan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Saat ini, jumlah tenaga perawat yang bertugas di RSUD Andi Makkasau sebanyak 850 orang, termasuk diantaranya tenaga suka rela.  “Tentunya perawat di RS dr Hasri Ainun Habibie tidak mungkin semuanya tenaga baru, karena dibutuhkan juga perawat yang telah memiliki pengalaman pada rumah sakit untuk tenaga perawat memenuhi seluruh kebutuhan RS dr Hasri Ainun, mungkin nantinya akan dibuka pendaftaran secara umum oleh instansi terkait,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Sekretaris BKPSDM Parepare, Adriani Idrus, mengatakan, hingga saat ini belum ada pengrekrutan terbuka untuk memenuhi kebutuhan tenaga perawat di RS Hasri Ainun. Sehingga, masyarakat harus mewaspadai adanya calo yang mungkin beraksi untuk memanfaatkan kondisi, terlebih dengan adanya pengumuman berisi hoax terkait pengrekrutan tenaga rumah sakit yang beredar luas.

“RS Regional Hasri Ainun saat difungsikan nanti tentu membutuhkan banyak tenaga, baik itu ASN maupun non ASN. Tapi kita tunggu dulu kelembagaannya rampung dibentuk. Maka dari itu, kami imbau jangan pernah percaya bujukan oknum yang mengatasnamakan pemerintah dan menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang atau barang. Karena kami pastikan hal seperti itu tidak ada,” tegas Adriani.(mat)