Hukum dan Kriminal

Penggiat Anti Korupsi Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Korupsi DAK Rp 39 Miliar di Enrekang, Ini Alasannya

Proyek Pipa menggunakan DAK TA 2018 di Kabupaten Enrekang

PAREPOS.CO.ID,ENREKANG– Salah satu lembaga penggiat anti korupsi, yakni LSM Sorot Indonesia mendesak agar Kejaksaan Tingggi (Kejati) Sulsel untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang masih mangkrak. Salah satunya, kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2018 senilai Rp39 Miliar pada proyek pipa. “Kasus pipa dengan menggunakan anggaran DAK, dimana dalam proyek pelaksanaannya menggunakan pipa kecil, tipis sehingga diduga mark up. Parahnya, proyek tersebut tak berfungsi sampai hari, dimana peruntukannya untuk lahan pertanian,”ujar Ketua LSM Sorot, Amir Madeaming, Selasa 11 Februari, kepada Parepos Online pagi tadi.

Calon Doktor Hukum Pidana tersebut menuturkan, kasus tersebut sudah dalam tahap penyidikan Kejati Sulsel. Namun, hingga saat ini belum ada satupun tersangka yang ditetapkan. “Kita desak segera tetapkan tersangka, terlebih sejumlah pihak sudah diperiksa terkait kasus tersebut,”kata Amir. Ditambahkannya, kasus tersebut pada dasarnya sudah tahap penyidikan sejak November 2019, namun sampai saat ini belum ada tersangkanya.” Puluhan orang sudah diperiksa. Makanya kita desak Kejati untuk segera menuntaskan kasus proyek yang berlarut-larut dan tak termanfaatkan tersebut,”tegasnya.

Loading...

Sebelumnya, dikutip dari laman liputan6.com Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Firdaus Dewilmar mengaku telah menginstruksikan anggotanya segera merampungkan penyidikan seluruh kasus korupsi yang merupakan tunggakan era Kajati Sulsel, Tarmizi. Di antaranya kasus dugaan korupsi proyek DAK Rp 39 miliar di Kabupaten Enrekang. “Saya sudah minta itu juga segera dituntaskan dan sampai saat ini masih berjalan. Kalau adanya keterlibatan makelar pipa dalam kasus DAK Enrekang ini, saya sudah dengar dan memerintahkan penyidik mendalaminya,” ujarnya, Jumat 24 Januari 2020, lalu.

Ia mengaku telah sepakat melakukan penyidikan bersama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat guna membantu percepatan penuntasan kasus tunggakan yang dimaksud. Terkait kasus dugaan korupsi DAK senilai Rp39 miliar di Kabupaten Enrekang, di mana penyidik Kejati Sulsel merampungkan penyidikan dengan melibatkan pihak Kejari Enrekang “Ada yang diperiksa di sini (Kejati Sulsel) dan ada juga diperiksa di sana (Kejari setempat). Kita lihat bobotnya, kalau berat itu dikerjakan di sini (Kejati Sulsel),” jelas Firdaus.(ade)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top