Pendidikan

Pawai Budaya, Sekolah Tampilkan Ikon ‘Mappenre Botting’

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE–Mappenre Botting, salah satu ikon budaya masyarakat Bugis yang diperkenalkan siswa siswi SDN 5 Parepare pada pagelaran pawai budaya daerah yang digelar Dinas Pendidikan kota Parepare. Kegiatan tersebut berlangsung Sabtu malam, 22 Februari. Dengan menempuh rute sekira 4 km dengan titik star di Alun-alun Kota Lapangan Andi Makkasau, peserta pawai berjalan lengkap dengan ikon budaya maupun ikon pembangunan kota.

Kegiatan yang diikuti 169 peserta pawai tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT kota Parepare ke-60. Kepala SDN 5 Parepare, Masrum mengatakan, sebanyak 40 peserta didiknya ditambah dengan guru turut terlibat pada acara itu. “Pawai berjalan sukses, tentu kami akan terus terlibat mendukung bahkan akan melibatkan para orang tua siswa pada kegiatan berikutnya,” katanya

SDN 5 berada pada titik star pertama untuk jejeran barisan pawai sekolah sesudah penampilan barisan pawai dari komunitas masyarakat adat kota Parepare. Pada penampilan tersebut, peserta didik sekolah itu tampil dengan gaya pakaian khas budaya Mappenre Botting.

Seluruh siswa maupun guru berdandan menggunakan pakaian adat baju bodoh sambil mengantarkan sepasangan pengantin yang sudah berbalut aksesoris layaknya pengantin sungguhan. “Kami tetap condong pada tampilan budaya Mappenre Botting ini, untuk melengkapi kekurangan kami pada pawai tahun sebelumnya,” urai Masrum

Kata dia, peserta pawai yang dibawanya turut pula memperkenalkan 14 ikon pembangunan kota Parepare yang terbangun sejak kepemimpinan Walikota Parepare, DR HM Taufan Pawe. Ikon tersebut, antara lain, miniatur RS Regional Hasri Ainun Habibie, Patung Pramuka, Taman Mattirotasi, dan beberapa ikon pembangunan kota Parepare lainnya.

Tak ketinggalan sekolah-sekolah lainnya pun turut berpartisipasi. SDN 48 misalnya hadir menyemarakkan pawai budaya yang tahun ini mengusung tema bersatu dalam bingkai kebersamaan. Kepala SDN 48 Djamia Safitri, mengaku turut menurunkan 54 orang guru maupun siswa dalam barisan pawai.

Sama dengan SDN 5, peserta didik SDN 48 juga membawa barisan pawai budaya Mappenre Botting yang lengkap dengan pakaian adat dan pernak-pernik yang biasa digunakan pada prosesi adat perkawinan masyarakat Bugis itu. “Kami bawa ikon budaya Mappenre Botting lengkap dengan pernak-perniknya seperti, passepi, lellu, bosara termasuk siswa kami juga membawa ikon pembangunan kota,” jelasnya

Pawai budaya tersebut dihadiri pula peserta dari komunitas adat yang terdiri dari simpul masyarakat seperti Tionghoa, masyarakat Mandar, Toraja, Jawa maupun masyarakat adat lainnya.

Walikota Parepare DR HM Taufan Pawe mengatakan, pawai tersebut diharapkan dapat membantu mewujudkan Parepare sebagai kota industri tanpa cerobong asap sekaligus memperkenalkan budaya daerah yang ada serta pembangunan-pembangunan yang telah dilaksanakan.(wal)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top