Metro Pare

Optimistis Capai Target PAD, Dishub Parepare: Jukir Liar dan Premanisme Ditertibkan

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perhubungan, Arjun Handayana

PAREPOS.CO.ID, PAREPARE– Keberadaan juru parkir (jukir) liar disertai aksi premanisme kian meresahkan masyarakat. Pasalnya, fenomena jukir liar di sejumlah tempat keramaian diduga kuat memungut retribusi. Padahal, retribusi parkir merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Parepare yang dikenal akan teori telapak kakinya. Salah satunya, terjadi di Pasar Lakessi, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Soreang.

Salah satu pengunjung Pasar Lakessi, Wahid mengeluhkan hal tersebut. Menurutnya, ada sejumlah preman yang menjadi jukir di lokasi Pasar Lakessi dan sangat menganggi. Buktinya, kata dia, jukir yang memungut retribusi itu tidak memiliki atribut sama sekali. “Saya tidak tahu apakah memang dari dishub yang dipercayakan untuk memungut retribusi, atau preman yang bertindak sebagai jukir,” kata Wahid, Rabu, 12 Februari, siang tadi. ” Kita harap ada  tindak tegas kepada para preman yang berkedok jukir liar,”ungkapnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perhubungan, Arjun Handayana, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penindakan kepada jukir ilegal di Pasar Lakessi. “Kami akan tertibkan mereka, kita akan menggandeng pihak kepolisian karena di sana memang diduga ada yang menyokong,”tegas Arjun.

Untuk menghindari hal itu, kata Arjun, pihaknya berharap agar penertiban dan pemungutan langsung dapat diambil alih kembali oleh Dinas Perhubungan (Dishub). “Kami harap perparkiran di area pasar Lakessi dapat diambil alih kembali,” ungkapnya. Terlebih, kata Arjun, PAD dari retribusi parkir meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya. “Pada kepemimpinan Andi Ridwan, PAD kita per januari 2019 senilai Rp42.300.000, sementara per Januari 2020 PAD kita meningkat menjadi Rp84.600.000,” jelasnya. “Kami tetap optimistis bisa capai target PAD tahun 2020 senilai 1 Miliar 846 juta,” timpalnya.

Ditambahkannya, dari data serta pengakuan kepemimpinan yang lalu, terdapat 85 titik parkir. Namun, setelah kami turun dan lakukan pendataan, kami hanya temukan sebanyak 70 titik parkir yang dipungut retribusinya. Terpisah, Anggota Komisi III DPRD kota Parepare, Rudy Nadjamuddin, menjelaskan, pihaknya sudah menggodok Peraturan Daerah (Perda) Pajak Parkir yang dibahas oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD kota Parepare. “Jadi, kalau regulasi itu diterapkan maka semua lahan parkir di Kota Parepare dipungut retribusi minimal 30 persen tergantung penghasilan parkirnya, termasuk Paputo Beach, Teras Empang, dan masih banyak yang lain,” tegasnya.(mg2)

Loading...
Loading...

TRENDING

To Top